Bersyukur Setiap Hari

Bacaan: 2 Samuel 7:18-29.

Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Nya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat bagi mereka, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dan para allah mereka dari depan umat-Nya? (2 Samuel 7:23).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Pernahkah kita takjub dan kagum atas apa yang kita alami dalam hidup kita? Daud pernah merasakannya. Ketika ia mengingat hidupnya yang dahulu, ia menyadari keadaannya yang sekarang dan mengimani kehidupannya yang mendatang, Ucapan sukur Daud kepada Tuhan tak pernah berhenti.

Hati Daud terpesona atas semua berkat yang Tuhan berikan kepadanya. Daud menyadari ketidaklayakannya menerima itu semua (ayat 18). Setiap orang yang menyadari betapa baiknya Allah pasti tak akan sanggup membendung ucapan syukur yang keluar dari hatinya.

Mengucap syukur bagaikan menghitung bintang yang bertaburan di langit malam. Makin lama kita menghitung, makin banyak syukur yang kita ucapkan. Daud pun merasakan hal itu. Ia tidak hanya bersyukur atas perbuatan Tuhan yang sudah dialaminya, tetapi ia pun melihat perbuatan “besar” yang akan Tuhan sediakan baggi dia dan keluarganya di kemudian hari (ayat 19-21). Orang yang mau mensyukuri kebaikan Allah akan terus melihat lebih banyak lagi kebaikan yang akan diterimanya.

Dari Daud, kita belajar untuk membuka cara pandang kita yang baru dalam melihat betapa besarnya Allah kita yang menebus dan meneguhkan umat-Nya (ayat 22-24), serta betapa besar nama Tuhan semesta alam yang menjanjikan segala hal yang baik kepada kita (ayat 25-28). Kita tidak akan berhenti bersyukur karena Ia akan memberkati kita untuk selama-lamanya (ayat 29).

Di tengah dunia yang penuh keluhan, kecenderungan orang adalah mengejar apa yang dimiliki orang lain, dan lupa akan apa yang sudah dimilikinya. Inilah yang membuat ucapan syukur menjadi sulit untuk ditemukan, termasuk dalam hati kita jika kita mengikuti cara pandang seperti itu.

Karena itu, jangan sibuk melihat yang tidak ada, tetapi sibuklah mekihat berkat Tuhan yang telah, sedang dan akan kita terima. Mulailah hari ini dengan menantang diri untuk mengucap syukur setiap hari. Dengan menghitung satu per satu kebaikan Tuhan yang kita alami dari pagi sampai malam, lihatlah bertapa besar perbuatan Tuhan, dan rasakanlah. Apa lagi yang dapat kita katakan selain ucapan syukur. (Endang Sudibyo – Karanganom).

 

 

Pos terkait