Bacaan: Yehezkiel 36:33-38; Mazmur 138; Matius : 16:5-12.
Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan: Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki. (Matius 16: 11).
Renungan:
Selamat jumpa, shalom saudara terkasih dalam Kristus Yesus!
Ragi adalah jamur bersel tunggal yang memiliki banyak kegunaan penting. Manfaat utama ragi mencakup pengembangan adonan makanan, sumber nutrisi tubuh, hingga bahan perawatan kulit. Dalam bacaan pagi ini, Tuhan memakai ragi sebagai perumpamaan untuk mengingatkan umatNya. Ragi dipakai untuk menggambarkan pengajaran. Sebagaimana fungsi ragi yang bisa mempengaruhi adonan yang ada, demikian juga ragi dalam hal ini pengajaran akan mempengaruhi sikap dan iman seseorang/adonan yang menerimanya.
Tuhan adalah gembala yang baik, yang tahu akan kebutuhan dombanya dan juga ancaman-ancaman yang bisa membahayakan dombaNya. Demikian juga di saat Tuhan mengetahui umatNya akan memasuki daerah dan bertemu dengan kaum Farisi dan Saduki, Tuhan juga tahu akan acaman yang ada yang bisa merusak kawanan dombaNya. Maka Tuhan memberikan peringatan dalam bentuk perumpamaan untuk membawa perbekalan roti yang cukup. Namun para murid pada waktu itu gagal paham tentang pesan perumpamaan itu, sehingga mereka memperbincangkannya. Tuhan tahu yang ditangkap oleh para murid tentang kebutuhan jasmani saja, sehingga Tuhan menegaskan kembali bukan roti untuk memuaskan kebutuhan jasmani, tetapi ragi yang ada di dalam roti itu. Kenapa Tuhan memperingatka para murid? Tentu karena Tuhan yang maha tahu mengerti karakter dan cara hidup kaum Farisi dan Saduki yang sesuai dengan kehendak Allah.
Saudara terkasih, dalam menjalani kehidupan di masa kemerdekaan yang Tuhan berikan ini hendaklah tetap teguh dan setia dalam Tuhan, supaya kita senantiasa dalam pengawasanNYA. Sang Gembala Agung yang akan mengarahkan/menuntun kita selalu dalam keadaan aman dan bisa merasakan secara nyata janji-janjinya memerdekakan dan memulihkan. Seperti janjiNya dalam bacaan Yehezkiel berisi janji Allah untuk memulihkan dan memberkati bangsa Israel secara total. Allah berjanji membangun kembali reruntuhan kota, menyuburkan tanah yang tandus seperti Taman Eden, dan melipatgandakan jumlah penduduknya agar bangsa-bangsa lain tahu bahwa Dialah Tuhan. Sehingga yang dialami umat/domba hidup penuh dengan rasa syukur seperti bacaan Mazmur 138, yaitu kesadaran akan Allah yang Mahatahu (mengetahui pikiran dan perbuatan kita), Mahahadir (selalu menyertai di mana pun kita berada), serta Sang Pencipta yang membentuk kita secara dahsyat dan ajaib, yang menuntun kita untuk hidup jujur dan berserah penuh kepada-Nya. Tuhan memberkati kita, Amin.
Doa:
Tuhan sang Gembala Agung yang maha tahu dan senantiasa membimbing kami kawanan domba ke air jernih dan rumput nan hijau, kami serahkan jiwa raga kami ke dalam tuntunanMU, supaya kami tidak tersesat dan salah dalam menerima pengajaran. Ijinkan kami menikmati janji-janjiMu dan menjalani kehidupan dengan nyaman dan prenuh rasa syukur. Berikanlah adonan hidup kami dengan ragi pengajaranMu yang benar, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin. (Rusmadi Dwi Antoro – Banguntapan).
