Bacaan: Keluaran 6:2-9.
“Tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku.” (Keluaran 6:4).
Renungan:
Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan, sering kita mendengar kata “janji adalah hutang”. Tetapi bagi Tuhan bukan demikian, karena Tuhan itu maha kasih kepada manusia. Apapun yang sudah difirmankan pasti ditepati, bukan mudah-mudahan atau mungkin.
Tentu kalau manusia, janji itu adalah hutang, yang mana utang atau janji juga harus dibayar. ditepati. Sesungguhnya banyak juga manusia yang sering tidak menepati janji, pokoknya banyak alasan yang dibuat, misalnya lupa atau menunda-nunda, sehingga kadang-kadang relasi bisa putus, kepercayaan tidak ada.
Tetapi tentu berbeda dengan Tuhan kita, meskipun orang Israael itu umat pilihanNya, Tuhan membiarkan mengalami penderitaan seperti di Mesir ditindas, diperbudak supaya menjadi orang yang rendah hati dan taat, sehingga tidak menjadi orang yang keras kepala.
Sampai kira-kira 450 tahun bangsa ISrael menjadi budak, tetapi akhirnya Tuhan turun belas kasihanNya. Ia mengutus Musa hambaNya, supaya menghadap Firaun raja Mesir untuk membawa orang Israel keluar menuju tanah perjanjian yaitu Kanaan.
Awalnya Musa menolak takut pada Firaun, tetapi orang Israel terus mengerang minta pertolongan sampai terdengar pada telinga Tuhan. Akhirnya Musa menghadap Firaun, memohon supaya orang Israel dibebaskan dari Mesir untuk mempersembahkan korban kepad Tuhan serta menyembahNya.
Namun Firaun menolak, Tuhan membuat tulah-tulah atau hukuman sampai sepuluh tulah, tetapi Firaun mengeraskan hati, baru pada tulah kesepuluh di mana anak sulung dari manusia dan hewan mati bagi orang-orang Mesir, barulah Firaun membebaskan orang-orang Israel keluar. Semua orang Israel, termasuk tenak dan harta bendanya yang didapat selama di Mesir dibawa semua menuju Kanaan.
Bapak, Ibu, Saudara, demikianlah janji Tuhan digenapi seperti janjiNya kepada Abraham, Ishak dan Yakub.
Doa:
Bapa di dalam surga yang mulia, terima kasih kami punya Allah yang seperti Engkau bahwa tidak pernah untuk tidak menepati janji. Sebab itu kami terus akan setia kepadaMu. Ampuni jika kami tidak setia kepadaMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (Elisabeth Suwarti – Grogol).
