Bacaan: Keluaran 19: 7- 20
Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. (Kejadian 19:5).
Renungan:
Setiap keluarga tentu merindukan kehidupan yang berkelimpahan. Kita berharap memiliki kecukupan ekonomi, kesehatan, keharmonisan, dan masa depan yang baik bagi anak-anak. Namun, keluarga yang berkelimpahan bukan hanya keluarga yang memiliki banyak harta, melainkan keluarga yang hidup dalam penyertaan Tuhan, menaati firman-Nya, dan saling mengasihi.
Dalam Keluaran 19:7–20, Musa menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Israel. Bangsa Israel dipanggil untuk mendengarkan dan menaati perintah Tuhan. Ketika Tuhan turun ke Gunung Sinai, bangsa Israel melihat kemuliaan dan kekudusan-Nya. Peristiwa ini mengingatkan mereka bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa dan layak dihormati.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari untuk membangun keluarga yang berkelimpahan, yaitu:
- Pertama, keluarga yang berkelimpahan adalah keluarga yang mendengarkan firman Tuhan Seperti bangsa Israel yang mendengarkan perkataan Tuhan melalui Musa, setiap anggota keluarga perlu belajar mendengarkan firman Tuhan. Ketika firman Tuhan menjadi pedoman, keluarga akan belajar membedakan yang benar dan yang salah serta mengambil keputusan dengan bijaksana.
- Kedua, keluarga yang berkelimpahan adalah keluarga yang taat kepada Tuhan. Kelimpahan tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi juga dari ketaatan kepada Tuhan. Suami, istri, dan anak-anak yang hidup dalam kasih, kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab sedang membangun kekayaan rohani yang sangat berharga.
- Ketiga, keluarga yang berkelimpahan adalah keluarga yang menghormati Tuhan Kehadiran Tuhan di Gunung Sinai menunjukkan kekudusan dan kemuliaan-Nya. Demikian juga, keluarga perlu menyediakan tempat bagi Tuhan melalui doa, ibadah, dan pembacaan Alkitab bersama. Ketika Tuhan dihormati, keluarga belajar menghadapi persoalan dengan iman dan pengharapan.
Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah keluarga kita sudah menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan? Apakah kita lebih sering membicarakan kekurangan daripada mensyukuri berkat Tuhan? Jangan hanya mengejar kelimpahan materi, tetapi bangunlah keluarga yang kaya dalam kasih, iman, pengampunan, dan kebersamaan. Kita tetap perlu bekerja keras dan bertanggung jawab, sambil mengandalkan penyertaan Tuhan dalam setiap langkah.
Keluarga yang berkelimpahan bukanlah keluarga yang tidak pernah mengalami kesulitan, melainkan keluarga yang tetap berjalan bersama Tuhan dalam segala keadaan. Ketika firman Tuhan didengarkan, perintah-Nya ditaati, dan nama-Nya dihormati, keluarga kita akan bertumbuh dalam iman dan kasih. Ingatlah: Kelimpahan terbesar dalam keluarga bukan hanya banyaknya harta yang kita miliki, tetapi hadirnya Tuhan yang menuntun kehidupan kita. Amin.
Doa:
Bapa di surga, terima kasih atas keluarga yang Engkau anugerahkan kepada kami. Ajarlah kami untuk selalu mendengarkan firman-Mu, menaati kehendak-Mu, dan menghormati nama-Mu. Berkatilah keluarga kami agar berkelimpahan dalam kasih, iman, sukacita, kesehatan, dan kecukupan. Mampukan kami tetap setia kepada-Mu dalam segala keadaan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. (Tri Setyowati- Kulwo).
