Air Hidup Ya Roh Kudus

Bacaan: Yeremia 2: 4-13, Mazmur 81, Yohanes 7: 14-31, 37-39.

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! (Yohanes 7:37).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Shalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus!

Tuhan Yesus datang ke Yerusalem saat Hari Raya Pondok Daun. Ia mulai mengajar di Bait Allah, dan banyak orang heran karena hikmat-Nya, walaupun Ia tidak belajar di sekolah  terkenal.

Yesus menegaskan bahwa ajaran-Nya berasal dari Allah, bukan dari diri-Nya sendiri. Ia juga menyingkapkan bahwa masalah utama manusia bukan kurangnya pengetahuan, tetapi hati yang tidak mau membuka diri kepada kebenaran.

Kemudian, pada puncak perayaan, Yesus berseru: “Barangsiapa haus baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! (Yohanes 7:37). Ini bukan tentang haus secara fisik, melainkan kehausan jiwa (rohani).  Kebutuhan terdalam manusia akan damai, makna hidup, pengampunan, dan hubungan dengan Allah.

Yesus menjanjikan bahwa siapa yang percaya kepada-Nya akan menerima air hidup, yaitu Roh Kudus, yang mengalir dari dalam hidup orang percaya.

Bapak Ibu saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, mari kita renungkan bersama, banyak orang mengenal Yesus, tetapi tidak semua orang percaya. Manusia sering mencoba memuaskan “haus” hidup dengan: keberhasilan, relasi, uang/materi, pengakuan orang lain. Namun semua itu tidak pernah benar-benar memuaskan jiwa.

Hanya Yesus Kristus yang memberi air hidup yang terus mengalir.  Yesus Kristus adalah sumber  kepuasan sejati. Yesus tidak hanya memperbaiki keadaan hidup kita . Ia mengubah hati kita. Roh Kudus memberi: kekuatan saat lemah,damai di tengah kekhawatiran,arah saat bingung.

Apakah kita datang kepada Yesus hanya saat butuh pertolongan? Apakah hati kita masih “haus” karena mencari kepuasan di tempat yang salah? Sudahkah kita memberi ruang bagi Roh Kudus bekerja dalam hidup kita?

Doa:

Tuhan Yesus, Engkau sumber air hidup. Sering kali kami mencari kepuasan di luar Engkau ya Tuhan dan tetap merasa hampa. Hari ini kami datang kepada-Mu. Penuhi hati kami dengan Roh Kudus-Mu, agar hidup kami memancarkan kasih, damai, dan kebenaran-Mu. Ajar kami percaya sepenuhnya kepada-Mu . Amin. (Yuli Astantin – Banguntapan).

 

 

Pos terkait