Berjalan Melintasi Kesulitan dan Masalah

Bacaan: Yosua 3:1-17.

Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” (Yosua 3:5).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Ada berbagai pilihan yang bisa kita putuskan dan lakukan ketika kita sedang menghadapi kesulitan dan tantangan. Kita bisa saja tetap terus berjalan sembari mengurai permasalahan dan sigap mengatasi kesulitan. Bisa saja berhenti sembari berharap ada pertolongan yang mendatangi, atau bisa pula berbalik badan membatalkan tidak jadi melintasi perjalanan yang sulit penuh tantangan itu. Setiap pilihan tentu memiliki konsekuensi dan akibat yang berbeda-beda. Terus berjalan sembari mengurai dan mengatasi permasalahan tertua akan berbuah manis pada tercapainya maksud dan tujuan. Berhenti sembari berharap ada pertolongan tentu berakibat menghadapi ketidakpastian. Mengambil keputusan berbalik badan tentu akan semakin jauh dari maksud dan tujuan yang semestinya dituju.

Bacaan perikop Kitab Yosua pagi ini mengisahkan pergantian kepemimpinan bangsa Israel dari Musa kepada Yosua. Pergantian kepemimpinan tidaklah mudah, karena orang banyak akan mempertanyakan masalah kemampuan, kesungguhan, kesetiaan, kecerdasan sang pemimpin. Dalam konteks kepemimpinan Yosua, orang Israel mempertanyakan, “Apakah Tuhan berkenan kepada pemimpin mereka yang baru? Apakah Tuhan akan menyertai mereka melalui Yosua?” Pertanyaan yang sama tentu dipikirkan dan dirasakan juga oleh Yosua pada saat itu. Sekalipun demikian, Tuhan tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan Yosua.

Untuk menguatkan Yosua, Tuhan berfirman, “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau. Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.” (3:7-8).

Tuhan berjanji untuk menyertai Yosua sebagaimana Dia telah menyertai Musa. Hal ini terwujud dalam kisah selanjutnya, “Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu — sungai Yordan itu sebak (penuh air) sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai — maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian Tuhan itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan.” (3:15-17).

Saat orang Israel dan para imam menaati perkataan Tuhan Allah, terwujudlah apa yang dikatakan Yosua. Kenyataan tersebut mengajarkan dua hal penting kepada kita: Pertama, kita harus meyakini bahwa Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Firman-Nya pasti akan terwujud. Kedua, kita tidak akan bisa melihat perwujudan firman Tuhan bila kita tidak belajar untuk hidup dalam ketaatan kepada perintah-Nya serta berjalan atau bertindak berdasarkan iman.

Bacaan Kitab Suci pagi ini mengajar kita sebuah keberanian agar tetap teguh pada pendirian ketika sedang melintasi kesulitan dan permasalahan. Kisah perjalanan bangsa Israel dalam kepemimpinan Yosua yang mau tidak mau harus melintasi Sungai Yordan memberikan pelajaran penting: pertama, kita tidak perlu mudah menyerah karena menghadapi kesulitan dan masalah, kedua, penyelesaian masalah akan didapatkan ketika kita tetap menguduskan diri dan teguh menjaga iman.

Saudaraku terkasih, proses pergantian kepemimpinan jemaat juga tengah berlangsung di gereja kita. Beberapa penatua dan diaken telah lereh mengakhiri masa pelayanannya, dan telah ditegaskan pada ibadah ibadah Minggu lalu. Pada Sabtu yang akan datang akan diteguhkan para penatua dan diaken baru yang akan memulai masa pelayanannya. Mari kita sambut dan dukung dalam doa para pemimpin jemaat dan pelayan Tuhan ini. Mari bersama-sama untuk setia dan mengkuduskan diri, sebab besok Tuhan akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kita. Amin. (Tim Adminweb).

 

 

Pos terkait