Bacaan: Yoel 2: 18-29, Mazmur 104: 24-34, 35b, dan Roma 8:18-25.
“Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi” (Mzm 104:30).
Renungan:
Kitab Yoel (Yoel 2:18-29) mengingatkan kita akan janji Allah yang luar biasa. “Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia” (Yoel 2:28). Pencurahan Roh Kudus ini adalah tanda betapa manusia berharga, dicintai dan dinantikan kembali bersatu pada Allah. Kerasnya kehidupan dapat meredupkan harapan dan membuat kita takut melangkah, manusia dapat tersesat dalam perjalanan itu. Namun, Tuhan akan memulihkan keadaan kita dan memenuhi kita dengan Roh-Nya yang mampu menuntun kita kembali. Hati kita yang redup kembali menyala dengan harapan, sukacita, dan keberanian untuk bangkit atau kembali melangkah maju.
Pemazmur meneguhkan yang tertulis dalam kitab Yoel, “Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi” (Mzm 104:30). Dalam Mazmur 104:24-34, 35b Pemazmur memperlihatkan bagaimana seluruh ciptaan hidup rukun dan bergantung penuh pada napas kehidupan dari Roh Tuhan. Roh yang menyala di dalam diri kita adalah Roh yang menyatukan; Ia menggerakkan kita untuk hidup selaras, saling peduli, dan rukun dengan sesama. Roh yang sama selalu hadir menyertai.
Faktanya, dunia ini penuh dengan tantangan, penderitaan, dan kerapuhan. Rasul Paulus dalam Roma 8:18-25 mengingatkan bahwa seluruh ciptaan “sedang mengerang kesakitan” seperti perempuan yang hendak melahirkan, menantikan pemulihan total. Tak jarang kita merasa lelah, tak berdaya, dan bahkan putus asa. Kenyataan hidup yang pahit, tantangan dan godaan tak bisa kita hindari. Semua itu menguji kualitas iman kita tanpa memberi aba-aba agar kita bersiap. Maka, hati kita harus tetap menyala oleh semangat Roh Kudus, karena melalui-Nya Tuhan akan menganugerahkan kekuatan untuk tetap sabar, tekun, dan tidak kehilangan pengharapan menghadapi penderitaan.
Segala penderitaan: penyakit, kekecewaan, kemiskinan, kesedihan, segala kesusahan bahkan harus dianggap sebagai tidak berarti dibanding berkat, hak Istimewa dan kemuliaan yang akan dianugerahkan kepada orang percaya yang setia. Paulus menuliskan, “Penderitaan zaman ini, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan pada kita” (Rm 8:18).
Mari kita bersatu dengan hati yang menyala karena disatukan oleh Roh Tuhan yang sama. Kita tidak berjalan sendirian; Roh Kudus menyatukan kerinduan kita untuk melihat pemulihan dan kemuliaan Tuhan dinyatakan. Kendati kita mengalami masa-masa sulit, kita tetap dipanggil menjadi pembawa damai, pengharapan, dan kasih di tengah dunia, sembari menantikan dengan sabar penggenapan janji keselamatan dari Allah. Mari selalu ingat bahwa penderitaan saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan indah yang sedang Tuhan siapkan bagi kita. Tuhan memberkati.
Doa:
Tuhan Allah Bapa kami yang bertahta di dalam Kerajaan Surga Yang Maha Muliya, perkenakan kami mengucap Syukur, dimana Tuhan menyertai dan membimbing dengan curahan Roh-Mu yang Maha Kudus sehungga kami dianggap berharga di hadapan Mu. Dunia ini penuh dengan tantangan, penderitaan, dan kerapuhan tetapi kami merasa Tuhan selalu menopang didalam segala perkara yang kami hadapi. Engkau mengirim roh-Mu, dan Engkau membaharui muka bumi seperti yang telah dialami pemasmur nyatakan pula ya Tuhan kepada kami. Di dalam Tuhan Yesus kami mohon pertolongan. Amin. (Marinah Sudiro – Karanganom).
