Hidup dan Bekerja, Perbuatlah Sebagai Bentuk Ibadah kepada Tuhan

Bacaan: Kolose 3:16-23.

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu… Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:16a, 23).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Shalom, Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus!

Mestinya kita pernah merasa lelah, jenuh, atau kehilangan semangat saat menjalani rutinitas pekerjaan harian. Entah itu saat membersihkan rumah, kesulitan mencari pakan ternak, bagi pekerja kantoran menyelesaikan laporan pekerjaan yang menumpuk atau ketika harus menghadapi karakter rekan kerja yang menguji kesabaran. Di saat-saat seperti itu, sangat mudah bagi kita untuk mengeluh dan bekerja asal-asalan.

Rasul Paulus melalui jemaat di Kolose memberikan sebuah “resep” rahasia agar hidup kita tidak terjebak dalam kejenuhan, melainkan selalu dipenuhi oleh sukacita dan semangat. Resep tersebut terdiri dari dua hal utama yaitu:

  1. Mengisi Hati dengan Firman Tuhan (ayat 16). Sebelum kita beraktivitas dan memberikan dampak bagi orang lain, hati kita terlebih dahulu harus diisi firman-Nya. Paulus mengingatkan agar perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di dalam kita. Ketika hati kita penuh dengan firman Tuhan, maka respons kita terhadap tekanan hidup bukanlah kemarahan atau keputusasaan, melainkan hikmat, ucapan syukur, dan kasih. Firman Tuhan menjadi petunjuk dan sumber energi utama kita setiap saat.
  2. Mengubah Sudut Pandang Pekerjaan (ayat 23). Seringkali kita kehilangan semangat karena kita merasa sedang bekerja untuk bos yang tidak menghargai kita, atau melayani orang-orang yang egois. Namun, firman Tuhan saat ini menggeser fokus kita: “perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”.

Ketika kita sadar bahwa “Pemilik” sejati dari hidup dan pekerjaan kita adalah Tuhan Yesus, maka standar kerja kita akan berubah. Jangan lagi bekerja hanya saat diawasi, tidak lagi mengeluh saat tugas terasa berat, dan tidak lagi haus akan pujian manusia. Mengapa? Karena kita tahu bahwa setiap keringat dan ketulusan yang kita berikan adalah bentuk ibadah dan penyembahan kita kepada-Nya.

Mari periksa motivasi hati kita saat ini. Apapun tugas yang kita hadapi, baik sekecil mencuci piring hingga sebesar memimpin sebuah proyek perusahaan— lakukanlah itu dengan kualitas terbaik seolah-olah Tuhan Yesus sendiri yang sedang berdiri di depan kita dan menerima hasil kerja kita.

Tuhan Yesus memberkati!

Doa:

Ya Tuhan, penuhilah hati kami dengan firman-Mu agar bisa melangkah dengan hikmat. Ubahlah cara pandang kami dalam bekerja. Biarlah apapun yang tangan dan pikiranku kerjakan saat ini, semuanya menjadi ibadah dan persembahan yang harum untuk-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin. (Markus Winoto – Karanganom).

 

 

Pos terkait