Kesatuan dalam Kristus

Bacaan: Keluaran 14:10-31, 15:20-21, Mazmur 118:1-2,14-24, Kolose 3:5-11.

Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu (Kolose 3:11).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Pada zaman Rasul Paulus terjadi pengelompokan dalam kehidupan di masa itu, ada kelompok Yahudi, kelompok Yunani, kelompok Barbar, orang Skit, golongan budak ,sida-sida, dll. Kehidupan di zaman ini, juga terjadi hal
yang serupa, yaitu terjadi pengelompokan. Misalnya orang ahli punya kelompok sendiri, para pengusaha punya kelompok sendiri, orang kaya punya kelompok sendiri, orang biasa -biasa saja punya kelompok Sendiri, ada yg punya jabatan dalam masyarakat, punya kelompok
sendiri dll. Jadi manusia sudah diklasifikasikan menurut kelompoknya sendiri – sendiri, dan membuat manusia sulit atau bahkan tidak bisa bersatu lagi.

Saudara -saudara yang terkasih. Dalam Kolose 3:11. Tuhan mengajarkan bahwa siapapun yang menerima lnjil Yesus Kristus adalah manusia baru; yang hendaknya menanggalkan cara hidup yang lama dan berjuang untuk menjalani hidup yang baru, yaitu hidup menurut kehendak
Tuhan. Sebab dari suku, bangsa dan golongan apapun jika percaya dan menerima Yesus Kristus, disebut anak- anak Allah.

Jadi di hadapan Tuhan semuanya sama. Oleh karena itu dalam pergaulan sehari­ hari, sudah seharusnya manusia tidak bersikap sombong, tidak merasa derajad lebih tinggi, tidak merasa paling bisa ,tidak merasa paling benar dll. Tetapi menghadirkan kasih, suka cita dan damai sejahtera. Maka Tuhan menghendaki bahwa anak­ anak Allah seharusnya benar-benar memahami sudah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya dan mengenakan manusia baru dan siap terus menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut Allah.

Tuhan beserta kita. Amin

Doa:

Terimakasih Tuhan hari ini Engkau sudah mengajarkan kepada kami untuk hidup yang benar di hadapanMu. Sertai setiap perjalanan hidup kami. Perbaharuilah hidup kami setiap hari, sehingga kami semakin berhikmad dan bermanfaat bagiMu dan sesama kami. Dalam nama
Yesus. Amin. (Danu Aris Murtopo – Grogol).

 

 

Pos terkait