Bacaan: Matius 28:1-10.
Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” (Matius 28:10).
Renungan:
Jemaat yang terkasih, hari ini kita merayakan Paskah, hari kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus yang menang mengalahkan maut. Namun, marilah kita sejenak berhenti dari kebiasaan lama kita memaknai Paskah hanya sebagai urusan rohani, yang berhubungan dengan keselamatan pribadi manusia. Hari ini, dengan kacamata hermeneutika (penafsiran) ekologis, kita diingatkan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya kabar baik untuk manusia, tetapi juga untuk seluruh bumi.
Matius 27:51 dan 28:2 menampilkan alam sebagai saksi dan partisipan dalam peristiwa salib dan kebangkitan. Gempa bumi bukan hanya keterangan, tetapi bahasa bumi untuk menyuarakan keterlibatan ciptaan dalam karya keselamatan. Hermeneutika ekologis melihat ini sebagai pengingat bahwa ciptaan tidak bersifat pasif, melainkan ikut “berbicara” ketika Allah bertindak. Gempa bumi dalam Alkitab sering melambangkan kehadiran Allah (Kel 19:18; Hab 3:6). Dalam perspektif ekologis, ini berarti bahwa kehadiran Allah tidak hanya dinyatakan kepada manusia, tetapi juga kepada bumi itu sendiri. Kebangkitan Kristus bukan hanya berita rohani, tetapi juga tanda kosmik di mana ciptaan diguncang dan diperbarui.
Bumi bergetar saat kematian dan kebangkitan Yesus. Ini dapat dipahami sebagai solidaritas ciptaan terhadap penderitaan dan kemenangan Kristus. Artinya ketika manusia merusak lingkungan, alam pun “berteriak” baik melalui krisis iklim, bencana, dan berbagai perubahan alam. Kebangkitan Kristus mengingatkan bahwa Allah menghendaki rekonsiliasi bukan hanya dengan manusia, tetapi juga dengan bumi. Di dalam perspektif ekologis, kita dapat menyimpulkan bahwa gempa dalam Injil Matius adalah simbol bahwa seluruh bumi ikut serta dalam drama keselamatan. Kebangkitan Kristus membuka horizon baru, di mana manusia dan alam dipanggil masuk dalam pemulihan Allah secara utuh dan total.
Kebangkitan Kristus adalah awal ciptaan baru yang menyatakan dengan jelas bahwa keadilan, rekonsiliasi, dan pemulihan tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh kosmos. Allah tidak pernah memisahkan manusia dari ciptaan lain. Kasih setia-Nya bersifat inklusif, menopang seluruh kehidupan. Kebangkitan Kristus menjadi pusat karya pemulihan di mana Allah mendamaikan yang retak, menegakkan yang runtuh, serta mengubah yang dianggap remeh menjadi berharga. Karena itu, iman kepada Kristus tidak hanya soal keselamatan pribadi, melainkan juga panggilan untuk meninggalkan gaya hidup lama yang serakah, dan mengenakan manusia baru yang penuh kasih, adil, dan ramah terhadap bumi.
Jemaat yang terkasih, Paskah adalah kabar bahwa Allah yang bangkit di dalam Kristus menghadirkan shalom kosmik (bagi seluruh dunia). Keadilan, rekonsiliasi, dan pemulihan berlaku bagi seluruh ciptaan. Kini tugas gereja, kita semua, adalah merespons kebangkitan Kristus dengan menjadi komunitas yang merawat ciptaan, sehingga dunia ikut mengalami tanda-tanda hidup baru. Kita semua, dipanggil bukan hanya untuk mengumandangkan “Kristus sudah bangkit” dengan mulut, tetapi juga dengan gaya hidup. Ketika kita memilih untuk hidup lebih sederhana, ketika kita menanam pohon, ketika kita mengurangi sampah plastik, ketika kita menjaga sungai dan hutan, kita sedang berkata: “Kristus sudah bangkit, dan kami hidup sebagai manusia baru yang ramah bumi.” Maka sesungguhnya, merawat bumi adalah bagian tak terpisahkan dari keselamatan Allah.
Marilah di tengah penghayatan hari Paskah ini, kita juga mendengar bisikan bumi yang rindu dipulihkan. Kebangkitan Kristus adalah undangan bagi kita untuk membangun kehidupan baru yang adil, penuh belas kasih dan ramah lingkungan. Amin!
Doa:
Tuhan Yesus, kami sungguh bersukacita di tengah penghayatan akan kebangkitan-Mu di hari Paskah ini. Telah nyata bagi kami bahwa keselamatan yang Engkau kerjakan ialah bagi dunia, bukan hanya manusia. Kami mau untuk menjadi bagian dari keselamatan yang Engkau kerjakan tersebut dengan senantiasa bersedia jadi agen-agen pemulihan. Amin. (Daniel Bimantara – Kulwo).
