Bacaan: Ayub 38:12-21, Mzm 8, 2 Timotius 1:12b-14.
“Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita” (2 Tim 1:14).
Renungan:
Melalui kitab Ayub 38:12-21, kita diingatkan betapa kecilnya kita, manusia di hadapan kemegahan alam semesta ciptaan Tuhan. Sapaan Tuhan kepada Ayub mengajak kita kembali menyadari posisi kita di hadapan misteri Ilahi. Tuhan menantang Ayub merenungkan tentang rahasia fajar, samudra, bumi, dan terang. Di sini Ayub dan kita, disadarkan bahwa akal budi manusia sangat terbatas. Rahasia-rahasia Allah tadi tidak akan pernah bisa diselami sepenuhnya oleh logika manusia. Kesadaran akan keterbatasan ini, bukan untuk membuat kita berkecil hati, melainkan untuk mengagumi kebesaran Tuhan. Rasa takjub ini menyalakan hati kita untuk semakin merendahkan diri di hadapan pencipta alam semesta dan memberikan hati untuk bersatu dengan Roh-Nya.
Meskipun kita kecil dibandingkan dengan alam semesta yang luas, Mazmur 8 memberikan penghiburan yang luar biasa, yakni Tuhan tetap mengingat dan mempedulikan kita. Pemazmur mengatakan, “Apakah anak manusia , sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat” (Mzm: 8:4-5). Nyatalah bagi kita, bahwa cinta kasih Tuhan yang begitu besar. Kenyataan ini seharusnya membakar hati kita dengan rasa syukur yang mendalam. Setiap pribadi, tanpa terkecuali membawa rupa dan kemuliaan Allah yang sama. Ketika kita menyadari bahwa setiap orang di sekitar kita juga berharga di mata Tuhan, maka seharusnya ego kita akan melebur, tidak ada lagi ruang untuk kebencian dan perpecahan. Roh Tuhan akan selalu menggerakkan kita untuk saling menghargai dan bersatu sebagai sesama ciptaan yang dikasihi Tuhan.
Kita diingatkan melalui renungan ini, bahwa kita yang lemah ini harus bersandar pada kekuatan Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita agar kita tetap dapat setia. Kesetiaan itu yang nanti akan menyelamatkan jiwa kita. Rasul Paulus melalui surat 2 Timotius 1:12b-14 memberikan pesan kuat tentang kesetiaan, yakni kita harus menjaga “harta yang indah” yakni iman dan kebenaran Injil. “Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita” (2 Tim 1:14). Bukan dengan kekuatan manusiawi kita, tetapi iman kita harus bersandar pada Roh Kudus. Iman itu akan menjaga kita tidak mudah goyah atau terpecah belah menghadapi tantangan zaman ini.
Pada akhirnya, bertumbuh dalam iman bukanlah perjalanan sendirian. Gereja adalah Persekutuan yang bergerak bersama. Dengan kebersamaan, kita akan saling menjaga, saling menyulut semangat ketika ada sesama yang mulai meredup, dan melangkah bersama dalam kesatuan hati. Mengapa harus menjaga sesama? Karena dalam diri mereka, juga ada rupa dan kemuliaan Allah. Semoga iman kita selalu terjaga, dan keberadaan kita selalu membawa terang Kristus bagi sesama.
Doa:
Tuhan Allah Bapa kami di dalam Kerajaan Surga yang mulia, Kami mengucap syukur dimana Tuhan selalu menyertai hidup dan membimbing bahkan tidak pernah meninggalkan kami. Kami sangat mengharapkan Tuhan selalu menjaga api iman menyala dalam kasih Kristus di dalam kehidupan kami. Sehingga kami mampu menjaga kebersamaan hidup dengan sesama kami, bahkan Tuhan memampukan kami menyulut semangat kebesamaan dengan saudara kami yang keras hati, menjauh, bahkan menyangkal Engkau. Demikian Tuhan permohonan kami. Amin. (Sudiro – Karanganom).
