Bacaan: Mazmur 130 : 1-8.
“Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan aku mengharapkan firmanNya” (Masmur 130:5).
Renungan:
Syalom Bapak/Ibu/Saudara yang dikasihi Tuhan!
Dalam menjalani kehidupan tidak akan lepas dari pergumulan. Masalah pasti akan dihadapi oleh siapa saja kapan saja dan di mana saja. Pergumulan yang dihadapi mungkin berbeda-beda, misal masalah pekerjaan, sakit penyakit, kehilangan orang yang dikasihi, masalah ekonomi keluarga dan lain-lain.
Pergumulan itu bisa membuat seseorang menjadi sedih, putus asa, bahkan bisa mendorong kejatuhan dalam dosa. Dalam kondisi ini seolah perjalanan hidup terperosok dalam jurang yang sangat dalam.
Lalu bagaimana agar bisa keluar dari jurang itu?
Dalam Mazmur 130 ayat 1: “Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan dengarkanlah suaraku biarlah telingaMu menaruh perhatian kepada suara permohonanku!”. Demikianlah pemazmur begitu mengharapkan Tuhan dalam menghadapi pergumulan. Oleh karena itu kita tidak akan sanggup menghadapi semua persoalan dengan kekuatan kita sendiri, kita butuh Tuhan untuk menolong.
Berseru dalam doa serta Firman Tuhanlah yang menjadi kuncinya. Firman Tuhan yang sanggup mengoreksi hidup kita, menuntun, memulihkan dan menjadi kekuatan iman percaya kita. Meskipun di dalam pergumulan yang kita alami kita belum merasa adanya pertolongan Tuhan, namun kita harus tetap berpengharapan kepadaNya.
Doa:
Tuhan Yang Maha Kasih, kami serahkan hidup dan semua yang kami alami, beri kekuatan dengan roh-Mu, agar kami mampu menjalani dan tetap berpengharapan kepadaMu. Amin. (Pudyasmiyatun – Ngringin).
