Bacaan: 1 Korintus 12:1-3.
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. (1 Korintus 12:3).
Renungan:
Kita pasti pernah mendengar ungkapan: “Pohon dinilai dari buahnya”. Makna peribahasa ini bahwa kualitas atau karakter seseorang terlihat dari tindakan dan hasil karyanya. Kita dapat memastikan bahwa pohon tidak bisa berbohong, yaitu pohon pasti menghasilkan buah seturut jenis dan kualitasnya. Ini menjadi gambaran bahwa perbuatan kita adalah pantulan dari hati dan integritas kita.
Sudah tahukah bahwa pepatah populer tersebut asal usulnya berakar dari pengajaran dalam Kitab Suci? Kita bisa buka kembali Injil Matius 7 yang menggambarkan metafora kehidupan manusia belajar dari sifat asli dari pohon atau tanaman. Ini membawa pada pesan moral paling mendasar, bahwa perbuatan baik pasti berasal dari niat yang baik, begitu pula sebaliknya perbuatan tidak baik diawali dari niat yang tidak baik pula. Karena itu, ucapan atau janji manis yang keluar dari mulut kita tidak ada artinya tanpa bukti nyata dan hasilnya tidak dirasakan bermanfaat bagi sekitar kita.
Bacaan Kitab Suci pagi ini mengingatkan kita tentang Roh Kudus yang menuntun kita pada kebaikan. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus mengajarkan mengenai pengenalan akan Roh Kudus sebagai landasan utama dalam memahami karunia-karunia rohani. Ia menegaskan bahwa hanya Roh Kuduslah yang memampukan seseorang menuntuk kepada kebaikan, yaitu mengimani bahwa Yesus adalah Tuhan, dan tidak seorangpun yang oleh Roh Kudus keluarannya berkata-kata: “Terkutuklah Yesus!” (1 Kor 12:3).
Bapak Ibu Jemaat terkasih, kembali kepada ungkapan pada awal renungan, kita sebagai umat milik Allah tentu telah dan terus berharap menjadi pohon yang berbuah baik dan bermanfaat bagi sekelilingnya. Karena itu mari terus senantias menjaga tubuh, jiwa dan roh setiap kita menjadi tempat bersemayamnya Roh Kudus Sang Penuntun Kebaikan.
Doa:
Bapa Sorgawi, terima kasih atas nafas yang boleh kami hirup setiap waktu sehingga kami boleh hidup sampai saat ini. Tuhan Yesus mampukan kami agar senantiasa mampu rendah hati, berserah diri, dan menundukkan seluruh hidup kami dalam tuntunan Sang Roh Kudus. Amin. (Joko Yanuwidiasta – Kulwo).
