Bacaan: Amsal 1:1-7; Mazmur 119:121-128; Markus 4:30-34.
“Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi (Markus 4:31).
Renungan:
Ada peribahasa, “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, yang berarti usaha atau tindakan kecil yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang besar. Ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya konsistensi, kesabaran, dan ketekunan dalam mencapai suatu tujuan.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, di jaman modern seperti saat ini semua dituntut serba cepat. Makanan cepat saji, menanam jenis padi yang cepat panen, menempuh perjalanan dengan kencaraan yang cepat, bahkan memperoleh karir/jabatan yang harus cepat. Semua itu dapat dilakukan karena dukungan teknologi yang canggih sehingga semua dapat dicapai dengan cepat/instan. Boleh kah? Boleh. Bisa kah? Bisa. Harus kah? Nanti dulu.
Hari ini kita belajar firman Tuhan yang mengajarkan dan mengingatkan akan suatu proses, tahap demi tahap untuk mencapai satu tujuan tertentu.
Kitab Amsal 1:1-7 mengajarkan kepada kita, bahwa untuk melakukan sesuatu harus mengetahui hikmat dan didikan sehingga kita mengerti kata-kata yang yang bermakna dan menjadikan itusebagai didikan yang menjadikan kita menjadi pandai, benar, adil dan jujur. Amsal juga mengajarkan kepada kita bahwa menjadi orang yang bijak haruslah orang yang mau mendengar orang lain dan harus menambah ilmu dari berbagai sumbar sehingga menjadi orang yang berpengertian.
Kitab Mazmur 119:121-128 merupakan doa permohonan Daud agar dia dan bangsanya terhindar dari orang-orang yang akan merugikan bahkan mencelakakan mereka. Daud menyatakan bahwa dia telah dengan setia menuruti perintah/hokum Tuhan. Maka Daud beserta bangsanya merindukan keselamatan dan penggenapan janji-janji Tuhan. Daud memohon dengan penuh harap karena dia telah melakukan tahap demi tahap dari perintah/hokum Tuhan.
Kitab Markus 4:30-34, Tuhan Yesus harus melakukan tahapan-tahapan tertentu bahkan melalui perumpamaan untuk menggambarkan hal Kerajaan Allah. Para pengikut Yesus yang kebanyakan dari kalangan tidak terpelajar harus diberikan penjelasan yang mudah dipahami sehingga mereka mengerti, memahami dan mengimani. Para pengikut Yesus harus belajar tahap demi tahap, seumpama pohon sesawi. Ia akan tumbuh dari satu benih yang sangat kecil, tumbuh dan menjadi besar, bahkan berbuah dan berguna bagi pihak lain (dahannya menjadi tempat bersarang burung-burung) Pohon sesawi tidak langsung tumbuh menjadi besar dan berbuah, tetapi melalui proses secara bertahap.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, saat ini kita juga masih terus bertumbuh dan bertumbuh dalam proses menjadi murid Tuhan yang mengerti, memahami dan melaksanakan ajaran Tuhan, sehingga pada satu saat nanti kita akan menghasilkan buah iman (Buah-buah Roh) seperti tertulis pada Galatia 5:22-26).
Semua hasil yang kita capai sampai saat ini bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui proses seperti peribahasa diatas, “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, yang berarti usaha atau tindakan kecil yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang besar. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus melakukan dengan konsistensi, kesabaran, dan ketekunan. Kita tidak harus berusaha secara instan tetapi harus memulai dari hal yang paling kecil, paling sederhana maka kita akan mencapai satu tujuan hidup yang mulia, yaitu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Tuhan memberkati
Doa:
Tuhan, kami menyadari kadang-kadang kami menjadi orang yang tidak sabar dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Kami ingin cepat untuk mendapat hasil yang besar tanpa melalui suatu proses tahapdemi tahap. Terima kasih hari ini kami diingatkan bahwa mencapai suatu yang besar harus dimulai dari hal yang kecil, harus konsisten, harus sabar, harus tekun. Tekun berdoa, tekun bekerja, Tuhan yang akan menjawabnya. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.Amin (Tim Admin Web).
