Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe

Bacaan:  Yesaya 25 : 6-9, Mazmur 116 : 1-4;12-19, Lukas 14 : 12-14.

“… Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”(Lukas 14:14).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Bacaan Yesaya 25 : 6-9 menuturkan adanya Janji Keselamatan dari Allah yang Maha Baik bagi umat tebusan-Nya. Hal ini digambarkan sebagai pesta mewah yang akan dinikmati dalam Kerajaan Allah dengan berkat-berkat indah yang akan dialami orang percaya di hadapan-Nya. Di dalam Kerajaan Allah yang akan datang, kesedihan, kesusahan, dan kematian yang kini merajalela di atas bumi akan disingkirkan dan tidak akan kembali lagi. Yesaya melukiskan orang yang setia dalam Kerajaan Allah sebagai mereka yang telah mempercayai Tuhan. Semua orang percaya harus mengandalkan Tuhan, menantikan dengan harapan akan kedatangan Kristus, dan penggenapan semua janji-Nya.

Dalam bacaan Mazmur 116, pemazmur mengungkapkan syukur dengan menaikkan pujian secara jujur, tulus, karena diakuinya bahwa Allah mendengar doa, menyendengkan telinga, dan meluputkan dari ancaman kematian. Ini adalah pernyataan iman untuk berseru kepada Tuhan di tengah penderitaan yang berat. Semestinya dalam segala keadaan kita mengandalkan Tuhan sebagai perisai dan penolong yang sempurna bagi kehidupan kita, selebihnya dari itu kita wajib bersyukur.

Sebagai orang percaya yang telah dipilih dan dipercaya Tuhan untuk membawa kabar sukacita bagi sesama, seberapa sering kita menguji diri tentang motivasi kita melakukan kebaikan dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat? Masihkah kita berharap untuk mendapatkan pujian/pengakuan/apresiasi atau bahkan balasan dari mereka? Lukas 14 : 12-14 menekankan ajaran Yesus untuk memberi dan berbuat baik tanpa pamrih, bukan mengharapkan balasan manusiawi. Yesus menasihati agar mengundang orang miskin, cacat, dan terpinggirkan ke dalam perjamuan, bukan sahabat atau orang kaya, karena upah sejati akan diberikan Tuhan pada hari kebangkitan.

Bpk/Ibu/Sdr yang terkasih, marilah kita terus semangat, tanpa bosan untuk melakukan kebaikan-kebaikan bagi sesama, dan itu semua semata-mata sebagai ungkapan syukur dan memuliakan Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan melihat dan mencatat itu semua serta telah menyediakan bagi kita mahkota kehidupan di surga yang  baka. Amin. (Hargo Warsono – Ngringin).

Doa:

Tuhan, 
Bimbing kami agar mampu memperbaharui diri, 
Kuatkan dan mampukan kami untuk terus berkarya
Melakukan kebaikan-kebaikan tanpa pamrih
Tetapi semata-mata sebagai ungkapan syukur atas kebaikanMu 
Dan untuk kemuliaan namaMu.
Pimpin setiap langkahku ya Tuhan
Amin.

 

 

Pos terkait