Bacaan: Imamat 15 : 25-31, 22: 1-9, Mazmur 40 : 1-8; 2 Korintus 6 : 14-7:2.
“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Korintus 6:14).
Renungan:
Dalam Alkitab, konsep “najis” merujuk pada kondisi cemar yang memisahkan seseorang dari hadirat Allah atau komunitas. Artinya terbagi dua: kenajisan seremonial (ritual Perjanjian Lama) yang mengatur hal lahiriah seperti makanan dan penyakit, dan kenajisan moral/rohani (Perjanjian Baru) yang bersumber dari dalam hati manusia. Lawan kata “najis” adalah “suci” atau kudus.
Kita yang sebenarnya najis kerena dosa dan pelanggaran kita, tetapi Tuhan Yesus Yang Maha Kudus telah mengkuduskan kita dengan darah dan pengorbanannya. Tantangan bagi kita adalah bagaimana menjaga kekudusan itu ditengah komunitas kehidupan sosial budaya kita yang begitu komplek.
Melalui surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus menekankan bahwa kita sebagai orang percaya telah dikuduskan dan menjadi Bait Allah. Rasul Paulus Menekankan ketidakseimbangan hubungan antara orang percaya dan yang tidak percaya, serta membandingkan kebenaran dengan kedurhakaan, Ayat 16-17: Menegaskan bahwa orang percaya adalah bait Allah yang harus memisahkan diri dari penyembahan berhala dan hal-hal najis, sehingga Allah akan menerima mereka.
Saudara-saudaraku yang terkasih, karena kita sekarang sudah dikuduskan oleh belas kasihan Tuhan. Marilah kita terus setia menjaga diri kita dari semua pengaruh negatif dari lingkungan/komunitas yang bisa melahirkan pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian kita mampu menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. Marilah kita memilih setia daripada meraih kenyamanan tetapi mengabaikan kekudusan hidup.
Tuhan Memberkati kita semua sekarang dan selamanya. Amin. (Hargo Warsono – Ngringin).
Doa:
Tuhan, Bimbing kami agar mampu menjaga diri, Di tengah tantangan kehidupan yang komplek Bimbing kami agar tetap setia menjaga kekudusan pemberianMu Terimakasih Tuhan atas segala kebaikanMu Amin.
