Bacaan: Ulangan 31:1–8.
“Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.” (Ulangan 31:8).
Renungan:
Shalom, Bapak/Ibu terkasih dalam Kristus.
Ada sebuah kisah tentang seorang anak kecil yang baru pertama kali masuk sekolah. Ia berdiri di pintu gerbang, kakinya tak mau melangkah, bukan karena tidak mau belajar, tetapi karena takut menghadapi tempat yang belum ia kenal. Lalu sang ayah berlutut, menatap matanya, dan berkata, “Nak, Ayah tidak ikut masuk tapi Ayah tidak pergi ke mana-mana.” Kata-kata sederhana itu cukup untuk membuat si anak melangkah maju. Kita pun sering berdiri di “pintu gerbang” kehidupan yang baru seperti pergantian pekerjaan, perpindahan tempat tinggal, pergantian pemimpin, atau perubahan musim hidup yang belum pernah kita jalani sebelumnya. Di saat itulah ketakutan paling mudah mencuri langkah kita.
Inilah yang dialami Yosua dan bangsa Israel. Selama empat puluh tahun, Musa adalah tiang penopang perjalanan mereka pemimpin yang telah menyaksikan laut terbelah, manna turun dari langit, dan air memancar dari batu. Kini Musa akan pergi, dan tongkat kepemimpinan diserahkan kepada Yosua yang belum pernah memimpin sebesar ini. Maka Musa meneguhkan Yosua bukan dengan strategi perang atau kekuatan manusiawi, melainkan dengan satu keyakinan: “Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan di depanmu” (ay. 8). Kata “berjalan di depan” dalam bahasa Ibrani disebut holekh lefanekha menggambarkan Tuhan sebagai pemimpin barisan, bukan sekadar pendamping di sisi. Artinya, medan yang belum Yosua tapaki sudah lebih dahulu diinjak oleh Tuhan. Tidak ada wilayah dalam hidup kita yang asing bagi-Nya.
Bapak/Ibu/Saudara terkasih, firman ini tetap nyata hingga hari ini. Ketika kita menghadapi perubahan situasi dalam kehidupan kita, ketika diri kita memasuki musim baru yang penuh ketidakpastian, mari mengingat: Tuhan yang menyertai bangsa Israel adalah Tuhan yang sama yang berjalan di depan kita sekarang. Ia tidak berubah (Ibrani 13:8). Jika Ia telah berjalan di depan kita, mengapa kita perlu takut? Apakah kita tidak yakin dengan jalan yang Dia tunjukkan? Mari menguatkan diri, tidak patah hati, tidak hilang semangat; bukan karena jalan di depan mudah, tetapi karena Ia yang membuka jalan itu tidak pernah gagal. Langkah kita hari ini kita mulai dalam iman, bukan dalam ketakutan.
Doa:
Ya Tuhan Allah, kami bersyukur karena Engkau bukan hanya menunggu kami di ujung jalan, Engkau berjalan di depan kami. Di tengah perubahan dan ketidakpastian yang kami hadapi, kuatkanlah hati kami seperti Engkau menguatkan Yosua. Ajarlah kami untuk melangkah bukan karena kami merasa sanggup, tetapi karena kami percaya Engkau sanggup. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.(Henry Prabowo – Wonocatur).
