Apalah Arti Jabatanmu?

Bacaan: Yesaya 22:15-25; Galatia 1:6-12.

Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.(Galatia 1:10).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Bapak, Ibu, Saudara yang terkasih di dalam Tuhan, di media cetak, media elektronik, media sosial, bahkan obrolan santai di rumah kita, sering kali membahas tentang tingkah polah para pejabat di negeri ini. Ada yang baik dan ada pula yang buruk. Namun tentu saja kabar buruklah yang mendominasi pemberitaan saat ini. Mulai dari korupsi, perebutan kekuasaan, hilangnya rasa empati para pejabat publik , dan lain sebagainya.

Kita mungkin jengkel, marah, bahkan sakit hati pada para pejabat publik yang banyak melakukan hal buruk itu. Namun jangan-jangan jika kita diberi kekuasaan yang sama, apakah kita akan sama dengan mereka?

Pejabat istana bernama Sebna menggunakan kekuasaannya dengan memegahkan diri, Ia membangun kubur di tempat tinggi, memahat kediaman di bukit yang tinggi, namun Tuhan sendiri yang akan melempar dia jauh-jauh, menanggalkan jabatan dan pangkatnya karena perbuatannya. (Yesaya 22:15-25). Di sisi lain, Tuhan memberikan tempat yang teguh pada Elyakim yang seorang hamba Allah, yang mau melayani dan hidup seturut kehendak Allah. Oleh kuasaNya, dia ditinggikan, dan menjadi bapa pendudukan Yerusalem dan kaum Yehuda.

Sepertinya memberi kekuasaan adalah cara Tuhan untuk menguji umatNya. Dengan kekuasaan yang diberikan oleh Allah pada umatnya, kita tidak boleh menghamba pada manusia, berkenan kepada manusia (Galatia1:10). Tuhan hanya berkenan pada dia yang mau menjadi hambaNya, dan Allah akan mengutuk dia yang hidup untuk mencari kesukaan manusia.

Apa jabatan, wewenang, kekuasaan, tanggung jawab yang Tuhan Allah ijinkan untuk kita miliki? Kecil atau besar kekuasaan itu, mari jadikan itu sebagai sarana kita melayani Tuhan dan pergunakan sebaik-baiknya hanya untuk kemuliaan Allah. Tuhan Yesus membimbing kita. Amin

Doa:

Bapaku yang di sorga, ajar aku untuk menjadi bijaksana, ajar aku untuk tetap sederhana dan ajar aku untuk menjadi hamba yang setia. Perkenankan hidupku hanya untuk kemuliaan Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin. (Revnus Gadang Dermawan).

 

 

Pos terkait