Yesus di Dadaku

Bacaan: Yesaya 53 : 1-12, Mazmur 40 : 6 – 17, Ibrani 10 : 1 – 4.

“Aku suka melakukan kehendak-Mu ya Tuhan; Taurat-Mu ada dalam dadaku.“ (Mazmur 40 : 9).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Ketika kita melihat pertandingan sepak bola Timnas Indonesia di televisi, suporter Timnas pernah bernyanyi “ Garuda di dadaku, Garuda kebangganku,ku yakin hari ini pasti menang “. Sebagian lirikya seperti ini. Rasa optimis dan  penuh keyakinan dimiliki para supporter di stadion maupun di mana berada.

Kitab Yesaya 53 berisi  Nubuat tentang “Hamba yang menderita”, dalam Kristen dipahami sebagai Yesus Kristus. MENANG yaitu Tuhan Yesus, hidup, bangkit dari antara orang mati. Karya penyelamatan yang luar biasa bukan? Semua karena Kasih.

Bagaimana dengan diri kita? Sudahkah kita melakukan kehendakNya. Ada sekitar 300 – 500 kali kata KASIH termasuk kata mengasihi, kasihilah dalam Alkitab, dan kita sudah menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan Yesus sehinngga kita mengatakan YESUS DI DADAKU.

Ketika kita di ingatkan orang lain 300 – 500 kali dengan hal yang sama, apa respon kita :

  • Biasa saja atau hanya bilang “ BEN atau EMEN (dalam bahasa Jawa)?
  • Tersinggung dan marah?
  • Atau menerima dengan senang hati?

Mari kita selalu senang melakukan kehendakNya, walau kadang tidak sama dengan apa yang kita pikirkan. Tetap rendah hati, dan ambil bagian dalam pelayanan. Teamnas yakin dan optimis menang walau akhirnya pernah kalah dan tetap bernyanyi “Tanah airku tidak kulupakan……..dst”. Kita yakin dan percaya Yesus memberi  kemenangan dan mari selalu bersyukur.

Tuhan Yesus mempunyai banyak cara untuk mendidik kita menjadi seorang pribadi yang berkualitas.

Doa:

Tuhan Yesus, aku mau mengikut Engkau dan dengan senang melakukan kehendakMU. Mampukan aku selalu bersyukur pada apa yang Engkau beri. Percaya bahwa Engkau selalu menggandeng aku dan memberi kemenangan. Dan selalu rendah hati kepada orang lain. Dalam nama Yesus, Amin. (Andy Sudarto, Ngringin).

 

 

Pos terkait