Pelayanan Dimulai dari Pengudusan

Bacaan: Imamat 9:1-11,22-24, Mazmur 99, 1 Petrus 4:1-6.

“Kata Musa kepada Harun: ‘Datanglah mendekat ke mezbah, olahlah korban penghapus dosa dan korban bakaranmu, dan adakanlah pendamaian bagimu sendiri dan bagi umat itu; kemudian persembahkanlah persembahan umat itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, seperti yang diperintahkan TUHAN.” (Imamat 9:7).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Imamat 9:1-24 menceritakan tentang Harun dan para imam yang resmi menerima jabatan pelayanan dari Tuhan. Namun sebelum melayani umat, Harun terlebih dahulu harus mempersembahkan korban penghapus dosa bagi dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pelayan Tuhan harus lebih dahulu hidup dalam pengudusan sebelum memimpin dan melayani orang lain.

Jabatan rohani bukan sekadar kedudukan atau gelar, melainkan panggilan dan pemberian dari Tuhan. Karena itu, jabatan harus diiringi dengan kehidupan yang dekat kepada Tuhan, hati yang rendah, dan integritas yang nyata. Tanpa kehidupan rohani yang benar, jabatan hanya menjadi simbol kosong.

Firman Tuhan juga mengingatkan bahwa seorang pelayan Tuhan perlu terus belajar dan bertumbuh. Pelayanan tidak bisa dijalankan dengan asal-asalan atau merasa paling benar. Semakin seseorang belajar firman Tuhan, semakin ia mampu membedakan kebenaran dan melayani dengan bijaksana.

Pada akhirnya, inti dari pelayanan adalah hidup melekat kepada Tuhan. Ketika hati tetap kudus, tenang, dan berpengharapan kepada Kristus, maka pelayanan akan menjadi berkat bagi banyak orang.Dan segala sesuatu akan dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan Allah. Seperti nasihat Rasul Petrus dalam 1 Petrus 4:5 “”Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.”

Doa:

Bapa Surgawi yang penuh kasih,kami bersyukur atas firman-Mu hari ini yang mengajarkan bahwa pelayanan kepada-Mu harus dimulai dari hati yang dikuduskan. Engkau menghendaki agar setiap pelayan-Mu terlebih dahulu datang kepada-Mu dengan kerendahan hati, pertobatan, dan kehidupan yang benar. Tuhan, kami menyadari bahwa sering kali kami ingin melayani, namun lupa membangun hubungan yang intim dengan-Mu. Ampunilah segala dosa, kesalahan, dan hati yang masih jauh dari kehendak-Mu. Kuduskanlah hidup kami, pikiran kami, perkataan kami, dan setiap tindakan kami agar layak dipakai menjadi alat-Mu. Biarlah hidup kami selalu melekat kepada Kristus, sehingga pelayanan yang kami lakukan membawa damai, pengharapan, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ajarkan kami untuk menguasai diri, tekun dalam doa, dan percaya bahwa Engkau tetap memegang kendali atas segala sesuatu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin. (Kristiana Pratiwi – Kulwo).

 

 

Pos terkait