Berharap pada Tuhan Adalah Kunci

Bacaan: Mazmur 130.

“Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya” (Mazmur 130:5).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Israel pada kala itu menjadi umat yang sangat dikasihi oleh Allah, terutama dalam sejarah perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir. Ia memberikan perintah-Nya kepada Musa untuk membebaskan umat Israel dari tanah perbudakan, menuntun umat Israel menuju tanah perjanjian. Dan di perjalanan yang sangat lama itu kasih Allah sangat nyata dan terbukti melimpah bagi umat Israel melalui Musa.

Namun apakah perjalanan yang dilakukan cukup lancar? Tentu, tidak. Pada awalnya Musa sangat tidak percaya diri mendapat perintah Allah ini, merasa tidak mampu berbicara dengan baik apalagi ketika ia menghadapi pemerintahan di Mesir. Dan ketika ia berhasil membawa umat Israel keluar dari Mesir, Firaun dan prajuritnya mengejar sampai pada akhirnya ia bersama umat Israel terjebak antara lautan dan prajurit Firaun. Kemudian kisah tentang bagaimana umat Israel mulai bersungut-sungut atas kurangnya makanan minuman yang mereka dapatkan, juga  ancaman fisik dari musuh yang Musa terima serta banyak hal lagi yang membuat Musa mengalami beberapa kesulitan.

Tentu secara kemanusiawian Musa merasa lemah dan bahkan tidak percaya diri. Namun apakah Musa menyerah? Yang sampai saat ini kita yakini bahwa ia sama sekali tidak menyerah. Ia menghadapi berbagai kesuliltan ini dengan tetap taat dan berpegang teguh pada perintah Allah. Ia menaruh perintah Allah sebagai fokus nya kala itu sembari berharap dan berserah penuh pada Allah.

Pada kisah ini, kita belajar dari Musa untuk selalu teguh terhadap apa yang jadi kehendak Allah pada diri kita. Allah mungkin memang tidak berjanji bahwa kehidupan yang akan kita lalui ini berjalan dengan baik-baik saja, namun Ia berjanji bahwa Ia akan selalu ada pada tiap musim di kehidupan kita. Bahkan setiap kesulitan yang kita dapatkan, secara tidak langsung membuat kita lebih bertumbuh secara iman dan juga bertumbuh secara mental juga sebagai sarana untuk belajar hidup lebih baik lagi. Tuhan Allah akan selalu menolong, menyertai, dan memampukan kita. Bahkan ketika diri kita merasa tidak mampu lagi, Tuhan tidak menyerah pada kita asal kita tidak menutup diri atas hadirat Tuhan.

Untuk itu berharap pada Tuhan memang menjadi kunci dari hidup. Kita yakini bahwa Roh Kudus dan Hikmat yang Tuhan karuniakan akan menuntun kita pada harapan itu. Saat ini mungkin kita mengalami berbagai masalah, kesulitan, namun kita harus tetap percaya bahwa Tuhan sudah menyiapkan sukacita yang luar biasa bagi kita pada waktunya nanti. Walaupun cukup sulit, mari kita tetap selalu bersyukur atas keadaan kita, menjaga harapan kita pada Tuhan dan satu hal lagi, dalam Tuhan tidak akan ada yang sia-sia.

Doa:

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas semua karunia yang selalu Tuhan berikan pada kami. Kami bersyukur ketika Tuhan memberikan kesempatan bagi kami untuk menghirup lagi udara yang segar dan kembali beraktivitas. Tuhan mungkin kami sedang mengalami berbagai masalah dan keadaan yang membuat kami ingin menyera. Namun Tuhan, kami sepenuhnya ingin berserah kepada-Mu. Kami ingin memberikan harapan kami ke dalam tangan kuat kuasa-Mu. Mampukan kami agar kami bisa terus semangat dan hidup dalam hadirat-Mu agar kami selalu menyenangkan hati-Mu. Jadilah apa yang menjadi kehendak-Mu dalam hidup kami. Terima kasih Tuhan Yesus, dalam nama-Mu kami berdoa dan bersyukur. Amin. (Ristiana Saputri).

 

 

Pos terkait