Bacaan: 1 Yohanes 5:1-5.
Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. (1 Yohanes 5:2).
Renungan:
Kita sering mendengar ungkapan “hidup yang berkemenangan”. Lantas, apa artinya? Ada yang memberikan pemahaman, bahwa hidup yang berkemenangan adalah adalah kondisi batin yang damai, penuh syukur, dan mampu mengatasi tantangan atau masalah hidup, baik dalam Kristus maupun perspektif rohani umum.
Kemenangan dicapai melalui ketaatan menyeluruh, iman yang teguh, penyerahan diri kepada Tuhan, serta perubahan cara pikir yang bergantung pada kekuatan-Nya, bukan sekadar usaha manusia.
Hidup berkemenangan tidak berarti hidup tanpa persoalan, melainkan kemampuan untuk tetap bersyukur, sejahtera, dan bahagia di dalam Tuhan, meskipun menghadapi permasalahan dan tantangan.
Bacaan Kitab Suci pagi ini menegaskan, bahwa kita sesungguhnya mampu hidup yang berkemenangan. Karena kemenangan melalui penebusan Yesus Kristus. Ini adalah anugerah Allah, bukan hasil kekuatan usaha sendiri, melainkan hasil karya pengorbanan Yesus.
Dari bacaan itu ditekankan pula, bahwa bahwa beriman kepada Yesus sebagai Kristus adalah bukti kelahiran baru dari Allah, yang diwujudkan melalui kasih kepada Allah dan sesama, serta ketaatan pada perintah-Nya. langkah utama agar hidup berkemenangan, yaitu tunduk sepenuhnya pada otoritas Allah dan melawan pengaruh negatif dari roh jahat yang senantiasa mengintai kelengahan kita.
Mari terus berproses menjalani hidup yang berkemenangan sebagai pertumbuhan rohani dengan setia. Amin.






