Bacaan: Yeremia 8:4-7.
Engkau harus mengatakan kepada mereka: “Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali? (Yeremia 8:4).
Renungan:
Ibu Bapak Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus!
Respon alami ketika kita melihat orang jatuh pasti akan kita bantu untuk kembali bangkit berdiri. Hal yang sama juga kaita lakukan terhadap anak kecil yang terjatuh. Pertanyaannya, apakah kita pernah melihat orang yang terjatuh dan tidak mau bangkit dan tidak mau berdiri lagi?
Sadar atau tidak, faktanya kita sering terlalu terlena dengan kejatuhan kita, karena merasa enak atau nyaman. Bahkan sudah diperingatkan juga masih saja terlena dengan kenyamanan. Inilah yang terjadi pada bangsa Israel di jaman nabi Yeremia. Setelah mereka berpaling dari Allah, mereka menolak untuk kembali pada-Nya. Bahkan setelah mereka jatuh dalam perzinahan rohani, mereka tak mau bertobat, sehingga Yeremia membandingkan ketidaksetiaan bangsa tersebut dnegan hewan yang setia pada gejala alam.
Namun karena Yeremia ingin supaya bangsa pilihan itu bertobat, ia melakukan beberapa hal guna untuk memulihkan keadaan mereka, yaitu:
- Menghentikan ketersesatan (ayat 4-5). Yeremia menyadarkan umat Israel agar tidak terus-menerus berpaling dan ditipu. Kesesatan akan mudah dihentikan jika diberikan kesadaran diri.
- Memperhatikan dan mendengarkan umat Israel. Pertobatan terjadi bukan seberapa banyak nasihat dan jaran yang disampaikan, melainkan seberapa banyak kita mau memperhatikan dan mendengarkan pergumulan hidup orang lain.
- Memberikan ilustrasi. Manusia sulit menerima kesalahan sendiri secara langsung, namun jika kesalahannya dipersonifikasi dengan alam, hewan atau pengalaman hidup orang lain, maka seseorang akan mudah bertobat dan berpaling kembali kepada Allah.
Ibu Bapak Saudara yang terkasih, kita sebagai anak Tuhan telah diberi anugerah dan kesempatan. Kiranya kita bisa semakin menjadi pribadi yang tidak mudah terpuruk dalam dosa dan kedagingan, agar kita bisa membawa orang lain pada pertobatan. Kita tetap terus hidup dalam ketaatan kita kepada Tuhan. Berusaha hidup mengandalkan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!
Doa:
Tuhan Yesus, ajar kami untuk tetap setia dan taat akan firman-Mu Tuhan dalam kehidupan kami, supaya hidup kami layat di hadirat-Mu. Tuhan ajar kami untuk tetap bangkit dari keterpurukan kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (Endang Sudibyo – Karanganom).
