Bacaan: 1 Raja-raja 18:1-16.
Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (1 Raja-raja 18:1).
Renungan:
Pada masa pemerintahan Raja Ahab, Israel mengalami kekeringan yang sangat dahsyat akibat ketidaktaatan bangsa kepada Tuhan. Setelah 3 tahun, Tuhan mememrintahkan Elia untuk menemui Abab karena Ia akan menurunkan hujan. Di sisi lain, Obaja, seorang pejabat istana AHab, tetap setia kepada Tuhan. Walaupun bekerja di lingkungan yang dipenuhi penyembahan berhala, ia berani menyembunyikan dan memelihara seratus nabi Tuhan agar mereka tidak dibunuh oleh Izebel.
Kisah ini mengajarkan bahwa kesetiaan kepad Tuhan tidak bergantung pada keadaan. Elia taat menjalankan perintah Tuhan, meskipun harus menghadapi raja yang memusuhinya. Obaja juga tetap takut akan Tuhan, meski hidup di tengah pemerintahan yang jahat. Keduanya menunjukkan bahwa iman yang sejati terlihat melalui ketaatan dan keberanian.
Sering kali kita juga berada dalam situasi yang tidak mudah – di keluarga, tempat kerja atu lingkungan yang tidak mendukung iman kita. Namun Tuhan memanggil kita untuk tetap hidup benar, jujur, dan setia. Tuhan mengetahui setiap langkah orang yang percaya kepada-Nya, dan pada waktu-Nya, Ia akan menunjukkan pertolongan serta pemeliharaan-Nya.
Maka dari itu, pagi ini ada satu hal yang dapat menjadi perenungan kita, apakah saya tetap setia kepada Tuhan ketika menghadapi tekanan atau keadaan yang tidak mendukung?
Doa:
Tuhan, ajarlah aku untuk tetap setia kepada-Mu dalam segala keadaan. Berikan aku keberanian seperti Elia dan hati yang takut akan Engkau seperti Obaja. Tolong aku untuk tetap taat, percaya pada penyertaan-Mu, dan menjadi berkat di mana pu aku berada. Dalam nama Yesus. Amin. (Suratmi – Grogol).
