Bacaan: 1 Raja-raja 1 : 38-48, Mazmur 119 : 129 – 136, Kisah Para Rasul 7 : 44 – 53
Salomo sekarang duduk di atas tahta kerajaan. (1 Raja-raja 1:46). Dan beginilah katanya: “Terpujilah Tuhan Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas tahtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan.” (1 Raja-raja 1:48).
Renungan:
Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus.
Setiap perkumpulan, organisasi, lembaga, kepengurusan, paniatia dan sejenisnya pasti memiliki pemimpin. Pemimpin tentu memiliki kelebihan, misalya: cakap, bijaksana, sabar, berwawasan luas, cerdas dan lain-lain. Mengapa harus punya seperti itu? Tentu saja dengan memiliki beberapa hal di atas, sebuah organisasi akan dibawa ke arah yang lebih maju, lebih bermanfaat, lebih sejahtera, dan sebagainya.
Pada saat Salomo dinobatkan menjadi raja, seluruh umat Israel bersuka ria. Umat Israel mengharapkan kehidupan yang lebih aman, tentram dan damai, terlebih semua dilakukan hanya untuk kemuliaan Allah. Salomo juga memimpin rakyatnya dengan bijaksana dan sangat pemaaf terhadap rakyatnya yang melakukan dosa dan kesalahan (1 Raja-raja 1: 38-48).
Kehidupan yang selalu menurut hukum dan perintah Allah, selalu memuliakan Allah pasti akan menemukan kebahagiaan dalam kehidupannya (Mazmur 119:120-136).
Dalam kitab Para Rasul, Salomo diceritakan tetap ingin memuji dan memuliakan Allah, sehingga dituliskan membuat rumah Allah (ayat 47) sebagai sarana untuk memuliakanNya.
Saudara yang terkasih, marilah kita selalu memuliakan Allah dan mentaati hukum dan perintahNya, karena firman Tuhan menjamin, ketaatan itu pasti akan mendatangkan kebahagiaan bagi kita. Amiiin. (Yosef Sujarwo – Gunungsari).
