Bacaan: Roma 10:15b-21.
“Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik.” (Roma 10:15).
Renungan:
Saudaraku di manapun berada yang dikasihi Tuhan, menunggu adalah tindakan yang kadangkala menjemukan. Namun di sinilah kesabaran, keuletan dan harapan kita untuk hasil yang baik terasa teruji.
Tentu harapan yang baik, dan hasil yang baik yang kita terima. Misalkan menunggu anak kita yang sedang ujian, ujian seleksi masuk perguruan tinggi, menunggu orang tua yang sedang sakit dan lain sebagainya. Nah, tentu semua orang akan menunggu hasil terbaik, dan menggembirakan sesuai yang diharapkan. Ketika kabar baik itu datang, dan kita terima tentu hati kita menjadi lega dan bersukacita.
Bagaimanakah dengan judul renungan di atas yaitu : Jadilah Pembawa Kabar Baik?
Inilah kabar terbaik, kabar yang jauh lebih penting daripada kabar baik di dunia ini, yaitu kabar keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus. Melalui iman, kita meyakini bahwa pengorbanan Yesus Kristus menjadi sang juru selamat.
Apakah kita terpanggil untuk membawa kabar baik itu kepada orang lain?
Roma 10:15 menegaskan, “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik.” Mari kita perhatikan kata “membawa”. Artinya kabar baik itu tidak hanya disimpan, namun harus disampaikan kepada orang lain. Tuhan tidak memanggil kita hanya untuk menikmati keselamatan itu bagi diri sendiri, tetapi terpanggil untuk menjadi saksi dan membawa kabar baik tentang Kristus kepada orang lain.
Setiap orang percaya dapat menjadi pembawa kabar baik, melalui keluarga, tetangga, sahabat, bahkan kepada orang yang mungkin sedang mengalami pergumulan hidup. Dengan demikian, kita yang sudah menerima kasih dan keselamatan melalui Yesus Kristus jangan simpan kabar baik itu hanya untuk diri sendiri.
Salah satu tugas kita adalah menjadi saksi, namun hasil akhir berada di tangan Tuhan. Kadang kita sudah berbuat baik kepada orang lain, namun tidak dihargai. Kita mendoakan tetapi sepertinya tidak ada perubahan, sudah mengajak mengenal Tuhan tetapi ditolak.
Tuhan katakan: “Jangan menyerah.” Tuhan Yesus pun mengalami penolakan, bahkan para rasul juga mengalami penolakan. Inilah perjuangan yang kita lakukan, namun hasilnya Tuhan yang menentukan, manusia tidak bisa memaksakan, jangan berhenti menjadi pembawa kabar baik.
Roma 10:21 menyatakan, “Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.” Bagai seorang ayah selalu mengulurkan tangannya kepada anaknya, adalah wujud kasih Tuhan yang tidak terbatas, walau anak itu mungkin keras kepala, tetapi sang ayah tetap mengulurkan tangannya. Manusia dapat menolak Tuhan, tetapi Tuhan tetap sabar dan mengasihi.
Sekarang, penerapan bagi kita adalah:
- Marilah membawa kabar baik bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan kehidupan yang nyata yang mencerminkan kasih Kristus.
- Tetaplah menabur , tentu Tuhan yang akan menumbuhkan dan memelihara.
- Jangan katakana“nanti”, inilah waktu terbaik yang Tuhan berikan bagi kita untuk berbuat, bersaksi, melayani, dan menjadi teladan terbaik yang Tuhan harapkan.
Doa:
Terima kasih Tuhan atas karunia indah yang Tuhan berikan kepada kami. Jadikan kami pembawa kabar baik bagi insan sesama kami, baik bagi keluarga, sahabat, dan orang yang kami jumpai, dan mampukan hidup kami menjadi cerminan kasih Kristus yang sudah menjadi teladan hidup kami, sehingga semakin banyak orang yang mengenal Kristus. Amin.
***
(Bandung 3 Sept 2026, Salam dari Digdo Sukoco, warga GKJ Wiladeg Panthan Bejiharjo tahun 80-an).
