Pertumbuhan Rohani Bukan Sesuatu yang Otomatis

Bacaan: 1 Petrus 2:1-3.

Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. (1 Petrus 2:1).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Menjadi pengikut Kristus tentunya merindukan pertumbuhan rohani seiring berjalannya waktu. Menjadi dewasa secara rohani adalah sesuatu yang diidam-idamkan. Namun, pertumbuhan rohani itu sendiri bukan sesuatu yang otomatis. Pertumbuhan rohani tidak tiba-tiba terjadi setelah kita menaikkan doa permohonan kepada Tuhan. Pertumbuhan rohani membutuhkan proses yang tidak mudah. Menjadi dewasa secara rohani membutuhkan upaya-upaya serta pengorbanan dan ketulusan kehendak kuat dari setiap pribadi.

Rasul Petrus melalui bacaan pada pagi ini mengingatkan bahwa menjadi dewasa secara rohani membutuhkan niat atau kehendak kuat dan upaya dari setiap pribadi. Untuk menjadi dewasa secara rohani, pertama-tama kita diajak untuk bersikap menjadi seperti seorang bayi yang baru lahir. Artinya kita menyediakan diri dan memiliki kehendak kuat untuk mau bertumbuh dan melakukan tindakan-tindakan hidup yang baik dan benar yang diibaratkan sebagai seorang bayi yang selalu ingin air susu yang murni dan yang rohani, agar kita bertumbuh dan beroleh keselamatan karenanya. (ayat 2).

Karena itu, kita mesti membuang segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kebencian dan fitnah. (ayat 1). Ini tentu tidak mudah. Untuk menjadi sikap dan tindakan nyata hal-hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari tidak segampang membalik telapak tangan dan tidak menjadi hal otomatis yang terjadi ketika kita menyatakan diri menjadi orang Kristen. Perlu niat dan kehendak kuat untuk mewujudkan dalam perilaku hidup nyata.

Mari senantiasa menjaga niat dewasa secara rohani dengan menjaga sikap dan tindakan sehari-hari. Amin. (Tim Adminweb).

 

 

Pos terkait