Bacaan: Yeremia 25:1-7; Mazmur 89:1-4, 15-18; Galatia 5:2-6
Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan (Galatia 5:5).
Renungan:
Menurut iman Kristen, kebenaran bukanlah sekedar konsep filosofis yang abstrak, melainkan bersifat mutlak dan berpusat pada pribadi Yesus Kristus. Kebenaran ini tidak berubah oleh waktu dan menjadi dasar bagi seluruh keyakinan, moralitas, serta tujuan hidup orang percaya.
Saudraku yang dikasihi Tuhan, pagi ini kita diajak memahami kehendak Tuhan tentang kebenaran. Dan kebenaran yang diharapkan kepada kita adalah kebenaran yang benar bagi orang Kristen (kita orang percaya).
Bacaan pertama, Yeremia 25:1-7 menyatakan bahwa bangsa Yehuda tidak setia kepada Tuhan. Mereka melakukan perbuatan benar menurut pemahamannya sendiri, tetapi tidak sesuai dengan kehendak Allah. Allah mengutus nabi Yeremia untuk mengingatkannya tetapi mereka tidak mengindahkannya sehingga Allah akan memberikan malapetaka kepada mereka.
Bacaan kedua, Mazmur 89:1-4 menyatakan kesetiaan Tuhan kepada Daud, yang karena iman percayanya Daud bersama seluruh bangsa Israel, mereka memuliakan nama Tuhan dengan bersukacita. Atas kesetiaannya, maka Tuhan mengikat perjanjian dengan orang-orang pilihanNya.
Bacaan ketiga, Galatia 5:2-6 Paulus memberikan pengajaran tentang kemerdekaan pengikut Kristus (Kristen). Pada perikup ini Paulus menegaskan tentang makna sunat. Sunat adalah ketentuan yang diatur dalam Hukum Taurat, dan jika umat melakukan sunat maka mereka harus tunduk kepada Hukum Taurat. Dan di ayat 6 dinyatakan bahwa bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus, bahwa sunat atau tidak bersunat itu tidak ada bedanya, tidak berpengaruh apa-apa, apalagi yang berkenaan dengan kebenaran yang kita harapkan, melainkan hanya oleh Roh dan karena beriman kepada Kristus Yesus.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, apa jawaban kita jika ada pertanyaan: “Orang Kristen itu boleh disunat atau tidak?” Jawabannya adalah bahwa sunat tidak diwajibkan sebagai syarat keselamatan. Galatia 5:6 dinyatakan, “Sebab bagi orang-orang di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.” Ini berarti bahwa sunat lahiriah tidak lagi memiliki nilai rohani, karena posisinya telah digantikan oleh babtisan sebagai tanda perjanjian yang baru.
Jadi bagi kita sebagai pengikut Kristus (orang Kristen), untuk memahami kebenaran yang benar adalah:
- Kita harus melakukan kebenaran sesuai yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus,
- Hukum Taurat adalah aturan/hukum yang diberikan Allah kepada umatNya, tetapi kita tidak lagi harus mengikuti seluruh ajaran yang ada di dalamnya,
- Terlebih kita tidak diperkenankan memahami dan melakukan kebenaran menurut pemahanan/penilaian diri sendiri.
Tuhan memberkati (Egn. Sugeng – Ngringin).






