Bacaan: 1 Petrus 2:9-12.
Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. (1 Petrus 2:12).
Renungan:
Kita sering bangga dan tersanjung ketika melihat atau bertemu dengan seseorang yang piawai berbicara. Pembawaannya halus, sopan, suka berderma, dan yang membuat terpesona sering mengucap kata-kata yang menunjukkan sebagai seorang Kristen seperti: puji Tuhan, haleluya, dan seterusnya. Bagi kaum perempuan, akan lebih mudah menandainya lagi, semisal melihat atau berjumpa dengan tokoh yang memakai perhiasan yang dihubung-hubungkan dengan kekristenan, seperti kalung salib, anting salib, dan seterusnya.
Saudaraku yang terkasih, apakah hal tersebut di atas salah atau keliru? Tidak selalu keliru. Namun, dari bacaan Kitab Suci pagi ini, kita diingatkan untuk lebih mengerti bahwa kekristenan tidak sekadar dilihat dari kata-kata manis dan pembawaan seseorang, apalagi hanya ditandai dari perhiasan kalung salib atau anting-anting yang dipakainya.
Rasul Petrus menegaskan agar kita memiliki cara hidup yang baik di manapun dan kapanpun. Ini yang akan menandai dan menegaskan tanda kekristenan atau para pengikut Kristus. Dengan demikian, kita diajak untuk memahami bahwa kekristenan bukan sekadar dilihat dari manisnya bicara dan pembawaan kita ketika bertemu orang lain, apalagi hanya karena kita memakai aksesoris bertanda salib. Sikap dan tindakan-tindakan yang kita lakukanlah yang menandai bahwa kita itu dapat disebut sebagai orang Kristen atau pengikut Kristus.
Lantas, apakah bersikap dan melakukan perbuatan-perbuatan baik itu agar kita selamat? Bukan. Sesungguhnya kita dahulu bukan umat Allah, kita beroleh keselamatan hanya karena belas kasih dari Allah. Karena itu, kita mesti bersikap dan bertindak melakukan perbuatan-perbuatan baik adalah karena kita telah diselamatkan.
Kita bersikap dan bertindak melakukan perbuatan-perbuatan baik adalah kewajaran karena kita telah diselamatkan. Kita telah diangkat menjadi bangsa yang terpilih, memegang imamat rajani, dikuduskan oleh Allah, dengan demikian memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia adalah kewajaran sebagai orang yang diselamatkan. (Tim Adminweb).



