Menang atas Tantangan

Bacaan: Yohanes 10:22-39.

Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” (Yohanes 10:32).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Istilah “playing victim” diberikan kepada mereka yang selalu bersikap seperti korban dan menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka alami.

SIkap ini terlihat pada orang-orang Yahudi yang datang pada Yesus ketika Dia beradi di Bait Allah di Serambi Salomo. Mereka merasa Yesus membuat mereka bimbang perihal kemesiasanNya (24).

Kebimbangan itu berasal dari penolakan mereka untuk percaya. Mereka tidak mau menerima perkataan Yesus tentang diriNya, maksud kedatanganNya, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan Bapa kepadaNya, serta satu kesatuan antara Bapa dan zdia (25-30). Dalam keadaan tidak percaya, mereka mengambil tindakan ekstrim dengan mencoba melempar Yesus dengan batu (31).

Kemudian mereka memulai tuntutan baru yang menyatakan bahwa Yesus telah menghujat Allah. Menanggapi hal itu, Yesus memberikan penjelasan tentang diriNya dan pekerjaan yang diberikan Bapa kepadaNya. Mereka menyaksikan pekerjaan itu dilakukan oleh Yesus. Mereka seharusnya percaya agar dapat memahami bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Akan tetapi, sekalipun Yesus telah menjelaskan, mereka tetap berusaha menangkap Yesus, namun Dia berhasil luput dari tangan mereka (32-29).

Yesus datang membawa keselamatan bagi dunia, namum kehadiranNya seringkali mendapat penolakan. Kita perlu mengingat juga bahwa tidak semua tindakan baik akan mendapatkan respon positif dari orang lain. Ketika rasa iri hati menguasai seseorang, maka ia cenderung mencari kesalahan dan menolak kebenaran. Hal ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebaikan adalah bagian dari kenyataan yang harus dihadapi.

Kita pun dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan kehendaki, bahkan ketika harus berhadapan dengan tantangan yang sulit. Hal yang menjadi penting adalah cara mengelola tantangan tersebut agar menjadi kekuatan untuk terus menjalankan kehendak Tuhan. Inilah yang harus menjadi misi bagi setiap anak-anak Tuhan, hingga pada akhirnya kita menjadi pemenang dalam kasih dan rencanaNya yang indah.

Tuhan memberkati setiap pelayanan dan tindakan kita yang nyata. Tindakan yang mewujudnyatakan kasih dan sukacita. (Endang Sudibyo – Karanganom).

 

 

Pos terkait