Bacaan: Mazmur 37:22-36.
Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan. (Mazmur 37:22).
Renungan:
Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, kalau berbicara tentang berkat, kebanyakan orang biasanya melihat, menilai dan mengukur berkat berdasarkan apa yang telah diraih oleh seseorang, baik jabatan, kekuasaan, kekayaan, kesuksesan dan kedudukan. Namun, benarkah mereka yang telah mencapai hal tersebut di atas bisa dikatakan sebagai orang yang diberkati Tuhan?
Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, realitanya tidak sedikit orang yang hidupnya berkelimpahan, berkecukupan, punya jabatan dan kekuasaan, justru tidak merasakan damai sejahtera dan sukacita, bahkan ada yang melupakan Tuhan. Banyak juga keluarga yang hancur, padahal hidup mereka serba kecukupan. Tidak jarang diluar nampak bahagia damai, tetapi ternyata di dalam penuh derita. Sebaliknya, ada juga keluarga yang hidupnya sederhana, pas-pasan, tidak punya jabatan atau kedudukan, tetapi merasa sukacita, saling mengasihi, saling menghargai, hidup penuh ucapan syukur, dan peduli dengan orang lain.
Dengan melihat fakta-fakta tersebut, maka berkat Tuhan sesungguhnya adalah ketika kita mampu merasakan sukacita, damai sejahtera, kasih, kesabaran, kebaikan, kesetiaan, dan penguasaan diri.
Saudaraku yang terkasih, firman Tuhan saat ini menyatakan bagaimana menajdi pribadi yang diberkati. Kuncinya yaitu di ayat 23: “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya”. Mari kita hidup taat pada Tuhan dan berserah bersandar pada-Nya, supaya hidup kita senantiasa diberkati Tuhan dalam segala hal. (Endang Sudibyo – Karanganom).
