Bacaan: Bilangan 21:4-9; Mazmur 128; Ibrani 3:1-6.
“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya” (Mazmur 128:1).
Renungan:
Pada hari ini Tuhan memberikan perhatian khusus terhadap keluarga. Melalui Mazmur 128 ini mengingatkan kembali kepada kita bahwa satu-satunya cara membangun keluarga yang kuat dan diberkati adalah hidup takut akan Tuhan.
Orang yang takut akan Tuhan adalah dia yang menempatkan selalu firman Tuhan dalam hatinya dan menghormati kekudusan Tuhan. Janji Tuhan kepada orang yang takut akan Tuhan dalam mazmur 128 ini adalah keberhasilan dalam pekerjaannya atau jerih payahnya tidak sia-sia (ayat 2); anggur adalah simbul kesuburan dan zaitun adalah kekuatan dan harapan (ayat 3); memberkati pemimpin keluarga (ayat 4); memiliki keturunan yang baik, keturunan yang membawa damai sejahtera (ayat 5-6).
Allah menjanjikan keadaan yang baik bagi orang yang takut akan Tuhan, tetapi tidak berarti orang yang takut akan Tuhan bebas dari kesukaran. Bangsa Israel mempercayai Allah menghukum orang yang jahat dan memberkati orang yang benar.
Dalam Bilangan 21: 4-9 menceritakan bangsa Israel yang berdosa melawan Tuhan dan dihukum dengan datangnya ular yang memagut hingga banyak orang Israel yang mati, kemudian mereka datang kepada Musa agar musa berdoa memohon pada Tuhan untuk menjauhkan ular-ular dari mereka dan atas ketaatan Musa maka Tuhan menolong bangsa Israel. Itulah salah satu bukti hasil dari ketaatan dan takut akan Tuhan.
Saat ini kita masuk dalam masa pra paskah yang ke II. Mari kita terus berbenah diri apakah keluarga kita dalam masa sulit, kesusahan ekonomi, keretakan relasi antar keluarga dan berbagai kesukaran yang lainya. Hari ini Tuhan memberikan perhatian khusus bagi keluarga kita, ada banyak berkat yang luar biasa yang Tuhan sediakan bagi keluarga yang takut akan Tuhan.
Tidak ada keluarga yang sempurna sebab berkeluarga adalah sebuah perjalanan untuk kita memahami kasih karunia Allah yang tercurah untuk kita di kayu salib melalui penebusan Yesus Kristus, pengampunan dari Yesus Kristus itulah yang menolong kita setiap keluarga untuk saling mengampuni, saling menerima, saling mengasihi dan melayani satu dengan yang lain. Tuhan Memberkati.
Doa:
Bapa kami yang di surga, mampukan kami menjadi keluarga-keluarga yang takut akan Tuhan sehingga keluarga kami menjadi keluarga yang berkenan di hati Tuhan. Amin (Elisabet Purna Rahayu – Kulwo).
