Bacaan: Yosua 1:1-11, Mazmur 105 :1-11, 37-45 , Tesalonika 3:1-5.
Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia. (Tesalonika 3 : 5 ).
Renungan:
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, rasa khawatir menurut psikologi merupakan respon alami otak. Kekhawatiran yang seimbang/wajar biasanya akan mendorong seseorang berfikir kreatif, karena berusaha untuk menyiapkan solusinya. Jika terjadi A maka harus bagaimana? Jika terjadi B maka harus seperti apa? Kemudian setiap pengalaman akan menjadi pelajaran yang berharga, untuk mencegah sesuatu yang tidak baik akan terjadi.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, bacaan pada Tesalonika 3:1-5 adalah ungkapan kekhawatiran Rasul Paulus terhadap jemaat di Tesalonika, karena waktu menginjili di Tesalonika, waktunya sangat singkat sekali. Saat itu, tekanan orang Yahudi dan orang Yunani sangat kuat, sehingga Rasul Paulus terusir dari Tesalonika dan berdiam di Atena. Dalam keadaan yang sangat khawatir terhadap keimanan jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus kemudian mengirim Timotius untuk menguatkan iman dan menasehati agar tetap percaya walau ada penganiayaan. Sungguh sukacita yang luar biasa dirasakan oleh Rasul Paulus dan Silas ketika Timotius kembali dan melaporkan, ternyata jemaat di Tesalonika tetap percaya kepada Tuhan dan mereka sangat merindukan bertemu kembali dengan mereka.
Saudara-saudara yang terkasih, dari kisah pelayanan Rasul Paulus di Tesalonika. Jika kita refleksikan dalam kehidupan berjemaat kita, bahwa pekerjaan di jalan Tuhan tidak pernah sia-sia. Tuhan akan menjaga dan melestarikan iman yang benar. Kita percaya, karya roh kudus menembus batas dan melampaui pikiran manusia. Setiap pekerjaan yang baik yang kita kerjakan di tengah-tengah masyarakat, Tuhan pasti menyertai. Maka mari kita serahkan apapun kekhawatiran kita kepada Tuhan dan kita peroleh kelegaan. Amin.
Doa:
Kami bersyukur kepadaMu ya Tuhan, Engkau selalu sertai hidup kami, berkatilah setiap pekerjaan kami yang benar. Hilangkan rasa khawatir di sepanjang perjalanan hidup kami. Kami serahkan hidup kami sepenuhnya ke tangan kuasamu. Dalam nama Yesus. Amin. (Danu Aris Murtopo – Grogol).
