Satu Jiwa yang Tuhan Kejar

Bacaan: Keluaran 12:1-13, 21-28; Mazmur 40:6-17; Kisah Para Rasul 8:26-40.

“Maka Filipus membuka mulutnya dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.” (Kisah Para Rasul 8:35).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Kisah Para Rasul 8:26–40 menunjukkan dengan jelas bagaimana Tuhan bekerja secara pribadi dalam hidup seseorang. Filipus dipanggil Tuhan untuk meninggalkan pelayanan besar di Samaria dan pergi ke jalan yang sunyi. Ini menegaskan bahwa bagi Tuhan, kesuksesan pelayanan bukan soal banyaknya orang, tetapi kesetiaan untuk menjangkau mereka yang Tuhan tunjukkan.

Sida-sida Etiopia adalah seorang pejabat penting, terpelajar, dan rajin membaca Kitab Suci. Namun pengetahuan dan statusnya tidak otomatis membuatnya memahami kebenaran. Ia membutuhkan seseorang yang mau membimbing dan menjelaskan firman Tuhan. Filipus memulai dari ayat yang sedang dibaca sida-sida itu (Yesaya 53) dan mengarahkannya kepada Yesus sebagai Juruselamat. Ini mengajarkan kita bahwa Injil harus disampaikan secara relevan, menjawab kebutuhan dan pertanyaan orang yang kita layani.

Respons sida-sida Etiopia juga sangat indah. Ketika ia mengerti dan percaya, ia tidak menunda ketaatan. Ia meminta dibaptis sebagai tanda iman dan komitmennya kepada Kristus. Setelah itu, Filipus diangkat Roh Tuhan, dan sida-sida itu melanjutkan perjalanannya dengan penuh sukacita. Sukacita ini lahir dari perjumpaan sejati dengan Kristus, bukan dari situasi luar.

Dalam kehidupan kita, Tuhan sering mempertemukan kita dengan orang-orang yang sedang “mencari”, meski mereka tidak mengatakannya secara langsung. Tugas kita bukan memaksa atau mengubah hati mereka, tetapi hadir, peka, dan setia menyampaikan kebenaran dengan kasih. Selebihnya, Tuhan sendiri yang bekerja di hati mereka.

Dari renungan ini kita diharapkan menjadi seorang yang peka terhadap kesempatan kecil yang Tuhan berikan. Selain itu, kita juga percaya bahwa Tuhan dapat memakai hidup kita untuk membawa sukacita sejati bagi orang lain.

Doa:

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau begitu mengasihi setiap jiwa. Ajarku untuk taat dan peka seperti Filipus. Pakailah perkataan, sikap, dan hidupku untuk menyatakan kasih-Mu kepada sesama. Mampukan aku setia dalam hal-hal kecil yang Engkau percayakan. Di dalam nama Yesus aku berdoa. Amin. (Libowa Estebar – Gunungsari).

 

 

Pos terkait