Bacaan: Kejadian 41 : 53 – 57.
“Setelah lewat 7 tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu, mulailah datang 7 tahun kelaparan seperti yang dikatakan Yusuf, dalam segala negeri ada kelaparan, tetapi di seluruh negeri di Mesir ada roti.” (Kejadian 41:53-54).
Renungan:
Saudaraku yang dikasihi Tuhan…
Tentu kita tidak asing lagi dengan kata paceklik yang artinya musim kekurangan bahan makanan, atau langka dan secara umum disebut masa sulit.
Menurut cerita simbah atau orang tua yang pernah mengalami, kita bisa membayangkan betapa sulitnya mereka mendapatkan gaplek, jagung, atau bahan makanan lain hanya untuk makan dalam 1 hari saja dan itu pun berlangsung lama. Sedangkan mereka harus menghidupi keluarga dengan jumlah rata-rata lebih dari lima orang.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan…
Kejadian ini juga pernah terjadi di Mesir. Kala itu Yusuf anak dari Yakub yang pernah disakiti saudara-saudaranya karena iri hati, sebab Yakub ayahnya menyayangi Yusuf lebih dari saudara-saudaranya. Sehingga mereka segera merencanakan niat jahat lalu memasukkan Yusuf kesumur dekat mereka menggembala domba, selanjutnya mereka menjual Yusuf sampai ke tangan orang Mesir. Hidup menderita, suka duka di Mesir, Allah tetap setia menjaga dan mengasihi Yusuf serta memberinya hikmat.
Seiring berjalannya waktu kala Firaun menyerahkan kekuasaannya pada Yusuf untuk menguasai tanah Mesir, Allah bernubuat melalui mimpi Firaun yang ditafsirkan oleh Yusuf bahwa akan datang 7 tahun masa kelimpahan dan 7 tahun masa kelaparan, atas kendali Allah semua itu benar terjadi. Maka di masa 7 tahun kelimpahan Yusuf bersama pegawai-pegawainya mengumpulkan semua hasil gandum dan menimbun di lumbung seluruh kota di Mesir sampai melimpah ruah jumlahnya untuk persediaan makanan. 7 tahun masa kelimpahan berakhir datanglah kelaparan yang melanda seluruh Mesir bahkan seluruh bumi. Mendengar di Mesir berlimpah gandum, Yakup menyuruh anak-anaknya membeli gandum ke tanah Mesir. Pada masa penderitaan itulah Allah menyatukan kembali Yusuf dengan seluruh keluarganya.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan, dari bacaan di atas kita bisa mengambil hikmahnya:
- Tuhan yang memegang kendali kehidupan manusia dan mengijinkan keadaan yang baik dan buruk terjadi
- Saat kita diberi kelimpahan berkat, sebaiknya kita kelola dengan bijak karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok.
- Saat menghadapi masa sulit/gelap percaya dan yakin bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.
- Saat kita sehat, kuat dan berkecukupan itu adalah Anugerah Tuhan yang harus kita syukuri dan kita jaga, untuk kemuliaan Tuhan dan juga untuk sesama kita.
- Belajar dari Yusuf untuk membalas kejahatan dengan Cinta Kasih yang Tulus Ikhlas.
Tuhan memberkati. Amin. (Pudyasmiatun – Ngingin).
