Bacaan: Imamat 16:1-5, 20-28; Mazmur 119:66-72; Matius 21:18-22.
“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:22).
Renungan:
Ketiga bacaan hari ini mengajarkan kepada kita tentang ketaatan, iman, dan kepercayaan kepada Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali ingin melihat hasil terlebih dahulu baru kemudian percaya. Kita juga terkadang menaati Tuhan hanya ketika keadaan sesuai dengan keinginan kita. Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa iman yang benar adalah tetap percaya dan taat, bahkan ketika kita belum melihat hasilnya.
Dalam Imamat 16, kita melihat bagaimana Harun menjalankan tugasnya sebagai imam untuk mengadakan pendamaian bagi bangsa Israel. Ia harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan Tuhan dengan sangat hati-hati. Hal ini menunjukkan bahwa datang kepada Tuhan bukanlah sesuatu yang dilakukan sembarangan. Ada sikap hormat, ketaatan, dan kesungguhan dalam menjalankan kehendak-Nya. Dari sini kita belajar bahwa sebagai orang percaya, kita juga dipanggil untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan, bukan hanya mengikuti keinginan kita sendiri.
Kemudian, Mazmur 119:66-72 menunjukkan kerinduan pemazmur untuk terus belajar dari Tuhan. Pemazmur menyadari bahwa firman Tuhan sangat berharga dan bahkan lebih berharga daripada kekayaan. Ini mengajarkan bahwa dalam kehidupan kita, pengetahuan dan pengalaman memang penting, tetapi yang terutama adalah memiliki hati yang mau diajar oleh Tuhan. Ketika kita mengalami kesulitan, jangan langsung menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk. Bisa jadi melalui keadaan tersebut Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar, dan semakin dekat kepada-Nya.
Sementara itu, dalam Matius 21:18-22, Yesus mengajarkan tentang pentingnya iman. Yesus berkata bahwa apa yang kita minta dalam doa dengan percaya, akan kita terima. Ayat ini bukan berarti kita bisa meminta apa saja lalu Tuhan harus memberikan sesuai keinginan kita. Sebaliknya, kita diajak untuk memiliki iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita.
Sering kali kita berdoa, tetapi di dalam hati masih dipenuhi keraguan. Kita berkata, “Tuhan, aku percaya,” tetapi ketika keadaan tidak sesuai harapan, kita mulai takut dan mempertanyakan Tuhan. Melalui bacaan hari ini, kita diingatkan untuk belajar menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Percaya bukan berarti kita tahu bagaimana Tuhan akan bekerja, tetapi kita yakin bahwa Tuhan tetap bekerja dan tidak pernah meninggalkan kita.
Refleksi:
Mari kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah selama ini saya benar-benar percaya kepada Tuhan, atau saya hanya percaya ketika doa saya dijawab sesuai dengan keinginan saya?
Mungkin saat ini ada sesuatu yang sedang kita doakan, ada masalah yang belum menemukan jalan keluar, atau ada hal yang membuat kita khawatir tentang masa depan. Jangan menyerah dan jangan berhenti percaya. Tetaplah berdoa, belajar dari firman Tuhan, dan lakukan bagian kita dengan taat.
Karena pada akhirnya, iman bukan hanya tentang meminta Tuhan mengubah keadaan, tetapi juga tentang mempercayakan Tuhan mengubah hati kita melalui setiap keadaan.
Doa:
Tuhan, ajar kami untuk memiliki iman yang sungguh-sungguh kepada-Mu. Berikan kami hati yang taat terhadap firman-Mu dan tetap percaya ketika menghadapi kesulitan. Ketika doa kami belum terjawab, mampukan kami untuk tetap bersabar dan yakin bahwa Engkau memiliki rencana yang terbaik. Tolong kami agar tidak hanya mencari apa yang kami inginkan, tetapi juga mencari kehendak-Mu dalam setiap langkah kehidupan kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (Anik Wahyuni Yuliansih – Gunungsari).
