Bacaan: 1 Raja-Raja 17:7-24.
“TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.” (1 Raja-raja 17:22).
Renungan:
Seperti seorang janda di Sarfat ia mengalami pencobaan ditengah mukjizat yang sedang terjadi bersama Elia. Ketika janda itu mengalami mukjizat, di mana tepung dalam tempayannya tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang, justru ia harus mengalami pencobaan di mana anaknya sakit keras sampai meninggal. Namun berkat doa dari Elia yang memohon dengan sungguh dan benar, anak dari janda tersebut dapat hidup kembali.
Cerita Elia dan janda di Sarfat ini mengajarkan bahwa tantangan atau tragedi tetap bisa terjadi bahkan saat seseorang sedang taat dan mengalami pemeliharaan ajaib dari Tuhan. Kehadiran nabi atau berkat materi tidak menjamin hidup bebas dari kesulitan. Namun Tuhan mengajarkan kepada kita melalui Elia, bahwa kuasa doa itu nyata, apabila kita berdoa dengan sungguh, tekun, dan benar.
Selain itu ketika kita berdoa, baiknya kita kembali melihat bagaimana sikap hidup kita, apakah sudah benar dan seturut dengan Tuhan?Bukan berarti orang yang tidak benar tidak boleh berdoa, justru karena itu doa yang benar harus disertai sikap hidup yang benar. Apakah kita sudah taat, setia dan seturut dengan Tuhan???
Seperti teladan Elia,”Doa orang benar, besar kuasanya”.
Doa:
Segala puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kepada-MU Tuhan, karena begitu besar kasih karunia-Mu kepada kami. Ajarilah kami selalu menjadi hamba-Mu yang seturut dengan kehendak-Mu, kami ingin menjadi hamba yang taat dan setia ditengah dunia yang semakin beragam ini. Kami ingin selalu bersama-Mu Tuhan di dalam setiap langkah kehidupan kami, sehingga apapun yang akan kami hadapi kedepannya kami tidak akan gentar dan tetap bersyukur, karena Tuhanlah yang menolong kami. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin. (Christiana Pratiwi – Kulwo).






