Bacaan: Yesaya 48 : 12-21.
“Sekiranya engkau memparhatikan perintahKu, maka dami sejahteramu akan seperti aliran sungai yang tidak pernah kering dan kebahagiannmu akan terus berlimpah seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti” (Yesaya 48 : 18).
Renungan:
Syalom Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan!
Tuhan Allah menciptakan segala sesuatu semua baik adanya, sayangnya manusia tidak mentaati perintah Tuhan. Adam, manuasia pertama tidak taat kepada Tuhan Allah, akibatnya jatuh ke dalam dosa dan mulai saat itulah manusia mengalami kesusahan dalam hidup termasuk yang sering kita alami saat ini. Tetapi kita patut bersyukur Allah mengasihi manusia meskipun telah jatuh ke dalam dosa.
Allah sendiri yang berinisiatif menyelamatkan manusia dari hukuman dosa melalui kedatanganNya ke dalam dunia menjadi manusia dalam diri Tuhan Yesus Kristus, sehingga barang siapa percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
Lalu apa yang menjadi kehendak Tuhan atas diri kita yang telah diselamatkan?
- Pertama: Dekat pada Tuhan, menjalin relasi persekutuan yang baik dengan Tuhan,
- Kedua: Taat kepada ajaraNya, yang memberi manfaat baik dan menuntun ke jalan yang benar,
- Ketiga: Memeperhatikan perintahNya dan melakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, ketika kita hidup dalam ketaatan pada Tuhan akan menerima damai sejahtera di dalam Tuhan terus menerus seperti aliran sungai. ( ayat 18).
Kita tidak mengetahui tantangan, kesulitan dan kesusahan yang akan kita alami, tetapi yakinlah jika kita taat dan berserah kepada Tuhan maka semua dapat kita hadapi dengan damai dan sukacita.
Doa:
Allah Bapa di sorga, terima kasih atas kasihMu yang begitu besar dalam hidup kami, ajar dan tuntunlah kami untuk selalu dekat dan taat kepadaMu, agar damai sejahtera selalu melekat di hati kami. Amin. (Pudyasmiatun – Ngringin).






