Ibu yang Terpilih dan Anak-anak yang Dikasihi

Bacaan: 2 Yohanes 1:1-13.

Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. (2 Yohanes 1:9).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Menjadi hal yang lumrah apabila para orang tua memiliki pengharapan agar anak-anaknya berlaku hidup benar dan menuruti nilai-nilai yang diajarkan dan diwariskannya. Rasa-rasanya tidak ada satu orang tuapun yang berharap dan mendoakan agar anak-anaknya menemui kesulitan dan celaka dalam kehidupannya.

Saudaraku terkasih, bacaan Kitab Suci pagi ini mengingatkan kita perkara pengharapan dan doa dari orang tua kepada anak-anaknya. Baik orang tua dan anak-anak secara lahiriah maupun orang tua selaku generasi terdahulu kepada generasi berikutnya dalam hidup berjemaat.

Melalui bacaan pagi ini, kita mendapatkan pesan singkat dari “penatua” (Rasul Yohanes) kepada “Ibu yang terpilih” (gereja setempat) dan “Anak-anak yang dikasihi” (anggota gereja). Rasul Yohanes menekankan pentingnya hidup dalam kebenaran dan kasih sesuai ajaran Kristus. Yohanes dalam suratnya bersukacita atas ketaatan jemaat, ia memperingatkan terhadap guru palsu, dan menekankan pengajaran yang benar.

Setidaknya ada 4 hal penting yang ditekankan Rasul Yohanes, yaitu:
  • Salam dan Kasih dalam Kebenaran (ayat 1-3): Yohanes menyapa jemaat yang dikasihi dalam kebenaran. Kasih ini didasarkan pada kebenaran yang tetap diam di dalam orang percaya.
  • Hidup dalam Perintah Allah (ayat 4-6): Yohanes bersukacita karena sebagian jemaat hidup dalam kebenaran. Ia menekankan perintah utama: saling mengasihi dan hidup menurut perintah-perintah-Nya.
  • Peringatan terhadap Penyesat (ayat 7-11): Ada banyak penyesat yang tidak mengakui Yesus Kristus datang sebagai manusia. Jemaat diperingatkan untuk tidak menerima atau memberi salam kepada pengajar sesat agar tidak ikut bersalah.
  • Harapan Pertemuan (ayat 12-13): Yohanes berharap untuk segera berkunjung dan berbicara langsung daripada melalui surat, serta menyampaikan salam dari “anak-anak saudaramu yang terpilih” (jemaat lain).

Saudaraku terkasih, mari kita senantiasa berpegang pada ajaran Kristus dan kasih persaudaraan sambil waspada terhadap ajaran palsu. (Tim Adminweb).

 

 

 

Pos terkait