Berlian, Akar, dan Maggot

Bacaan: Zakharia 4:1-7; Lukas 10:21-24.

“Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.” (Lukas 10:21).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Shalom, Bapak/Ibu/Saudara/i terkasih dalam Kristus.

Judul renungan hari ini tampak membingungkan. Terdiri atas 3 benda dengan ciri yang berbeda. Namun, mari kita melihat persamaan dari ketiganya. Berlian mula-mula tidak berasal tempat terbuka dan mewah, melainkan tersembunyi jauh di dalam perut bumi. Akar pohon pun tidak pernah terlihat karena bekerja di bawah tanah, tetapi tanpanya pohon tidak akan berdiri kokoh. Bahkan larva (maggot, sejenis belatung) Black Soldier Fly atau lalat hitam yang sering dipandang menjijikkan ternyata mampu mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat. Kehidupan sering mengajarkan bahwa yang paling berharga justru tidak selalu tampak mencolok. Yang kecil, tersembunyi, bahkan dipandang rendah, sering kali memiliki peran yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan banyak orang.

Itulah sebabnya Yesus bersukacita dan bersyukur kepada Bapa karena rahasia Kerajaan Allah “disembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi dinyatakan kepada orang kecil” (ayat 21) yang Yesus maksud bukanlah orang yang kurang pengetahuan, melainkan mereka yang rendah hati, menyadari keterbatasannya, dan bersedia diajar oleh Allah. Sebaliknya, ketika seseorang merasa sudah paling benar, mengandalkan pengalaman dan pengetahuannya sendiri, hatinya perlahan tertutup terhadap karya Allah. Allah lebih mudah memenuhi hati yang kosong daripada hati yang sudah merasa penuh.

Dunia mendorong kita untuk menjadi yang paling menonjol, paling dipuji, dan paling diakui. Namun Tuhan justru mencari orang-orang yang rela menjadi “akar”. Tuhan tidak memanggil kita untuk membuktikan siapa diri kita di hadapan manusia, melainkan menyediakan hati agar Ia dapat berkarya melalui hidup kita. Di tangan Tuhan, kerendahan hati bukanlah kelemahan, melainkan tempat terbaik bagi anugerah-Nya dinyatakan. Sebab ketika kita cukup kecil untuk bersandar sepenuhnya kepada-Nya, kita sedang memberi ruang bagi Allah untuk mengerjakan perkara-perkara besar melalui hidup kita.

SETIAP PERBUATAN YANG KITA PERSEMBAHKAN KEPADA BAPA
TIDAK AKAN PERNAH SIA-SIA SEKALIPUN DUNIA MENOLAKNYA.

Doa:

Bapa yang baik, jadikanlah kami pribadi yang rendah hati dan mau belajar dari-Mu. Singkirkan kesombongan dari hati kami, agar kami peka melihat karya-Mu dalam hidup ini. Pakailah hidup kami untuk melakukan kehendak-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin. (Kintan Limiansih – Wonocatur).

 

 

 

Pos terkait