Bacaan : Yeremia 27:1-11, Mazmur 131, Roma 1:18-25.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya! (Mazmur 131:3).
Renungan:
1.TUNDUK pada Didikan Tuhan – Yeremia 27:1-11
Tuhan menyuruh Yeremia memakai kuk kayu, tanda Israel harus tunduk pada Babel dulu.Tidak enak dan tidak masuk akal. Tapi Tuhan berkata: “Kalau tunduk, kamu hidup”. Kadang Tuhan izinkan “kuk” masalah supaya kita tidak keras kepala. Tunduk bukan kalah. TUNDUK itu percaya Dia pegang kendali.
2.TENANG seperti Anak Disapih – Mazmur 131
Nyanyian Daud mengatakan hatinya tidak meninggi, tidak mengejar hal besar. Jiwanya “tenang seperti anak yang disapih”. Anak disapih sudah tidak menangis minta ASI lagi. Dia cukup ada di pangkuan ibunya.Setelah belajar tunduk, kita diajar tenang.Tidak panik, Tidak iri, tidak memaksakan Tuhan menuruti kehendak kita.Tapi biarlah hanya kehendak Allah yang terjadi bagi kita.
3.TAAT, Bukan Keras Hati – Roma 1:18-25
Paulus ingatkan: masalah manusia dimulai waktu “menahan kebenaran” dan tidak memuliakan Tuhan.Kadang kita mengantikan kemuliaan Allah dengan berhala ,berhala dalam artian bisa ambisi,ego,pengakuan,karier,keinginan daging dan lain-lain.Di zaman sekarang banyak sekali berhala-berhala yang dapat menyebabkan hati manusia menjadi gelap dan semakin jauh dari kemuliaan Allah.Cek hati kita ,apakah kita sudah taat,apakah kita selalu bersyukur,apakah selama ini ada berhala dalam hidup kita yang mengalahkan kemuliaan Allah.Pilih TAAT = tetap memilih memuliakan Tuhan walaupun kita tidak dan belum ngerti jalan-Nya.
Doa:
Tuhan,Bapa kami, ajarkan kami tunduk tanpa bersungut, tenang tanpa cemas, taat tanpa syarat. Ampunilah jika kami pernah mengantikan Engkau dengan berhala di kehidupan kami. Biarkan hidup kami hanya memuliakan-Mu saja sampai selama-lamanya. Amin. (Kristiana Pratiwi).






