Perintah untuk Saling Melayani

Bacaan: Yohanes 13:1-17.

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yohanes 13:14-15).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Syalom, selamat pagi Bapak Ibu Saudara semua! Dalam hidup keseharian, mana yang akan Anda pilih?  Menjadi juragan atau pembantu?  Memerintah atau diperintah?  Barangkali banyak orang pasti akan memilih menjadi juragan daripada pembantu, pilih memerintah daripada diperintah.  Karena menjadi juragan atau bos berarti mempunyai wewenang dan kuasa untuk memerintah, kemudian dihormati oleh bawahan.  Namun tidak mudah bagi seseorang yang menempati posisi menjadi orang terkemuka dan terhormat untuk mau merendahkan diri dan berbaur dengan mereka yang ada di bawahnya.

Saudaraku terkasih, bacaan Kitab Suci pagi ini mencatat peristiwa di mana Yesus membasuh kaki para murid-Nya sebelum perjamuan Paskah. Melalui tindakan yang biasanya dilakukan seorang hamba, Yesus memberikan teladan tertinggi mengenai kerendahan hati dan kasih yang rela berkorban, serta memerintahkan para murid untuk saling melayani.

Melalui kisah ini, kita diingatkan Tuhan terhadap 3 perkara utama dalam menjalani hidup sebagai pengikut-Nya, yaitu:

1  Teladan Laku Hidup yang Rendah Hati: Yesus menanggalkan jubah-Nya, mengambil kain linen dan membasuh kaki para murid-Nya satu per satu—sebuah tindakan yang menampar kesombongan manusia.

2  Menjadi Satu Bagian dalam Persekutuan-Nya: Petrus sempat menolak untuk dibasuh kakinya karena merasa tidak layak, namun Yesus menegaskan bahwa hal itu adalah bagian dari persekutuan dengan-Nya.

3  Perintah untuk Saling Melayani: Setelah selesai, Yesus mengajarkan bahwa jika Dia yang adalah Guru dan Tuhan mau merendahkan diri melayani mereka, maka para murid pun wajib melakukan hal yang sama kepada sesamanya.

Mari kita senantiasa berpegang teguh dan mengikuti teladan dan perintah Tuhan ini. Di dalam tuntunan Roh Kudus kita dimampukan untuk menjalaninya. Amin. (Tim Adminweb).

Pos terkait