Memohon Itu Tidak Memaksa

Bacaan: Matius 8:1-13.

Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (Matius 8:2b).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Memohon adalah kegiatan meminta sesuatu secara hormat, sopan, dan penuh kesungguhan kepada pihak lain. Tindakan ini biasanya disertai harapan besar agar permohonan atau permintaan tersebut dikabulkan.

Itulah yang dilakukan oleh seorang penderita kusta dan seorang perwira yang memohon kesembuhan untuk hambanya. Seorang penderita kusta datang menghadap, sujud dan menyembah kepada Yesus dengan penuh percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkannya. Ia memohon dengan ucapan awal yang menyatakan bahwa ia memohon dengan tidak memaksa tetapi dengan kerelaan dan kerendahan hati. Dan itulah yang menjadi perkenan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menjawab “Aku mau..”, berarti Tuhan berkenan.

Di bagian lain Yesus dihampiri seorang pembesar (seorang perwira), yang berpangkat, berkuasa dan dihormati, atau dalam pengertian klasik berarti gagah, berani, atau pahlawan. Ia tidak menggunakan kekuasaannya untuk meminta Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit, tetapi memohon dengan kerendahan hati dengan mengatakan, “Tuan, aku tidak layak menerima Engkau di rumahku”. Iman dan kepercayaan tidak membutuhkan kehadiran fisik Tuhan, dan hambanya pun sembuh.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, bagaimana dengan kita sebagai orang yang percaya dan beriman kepada Tuhan. Sudahkah dengan percaya penuh bahwa setiap masalah yang kita hadapi pasti teratasi jika kita memohon kepada Tuhan? Atau kita kadang-kadang masih ragu-ragu sehingga memikirkan untuk mencari alternatif lain?

Hari ini kita belajar dari dua peristiwa atas permohonan yang dilandasi iman percaya bahwa Tuhan sanggup menyelesaikannya, dan terbukti.

Lalu, bagaimana agar permohonan kita dijawab Tuhan?

  • Kita yakin dan percaya bahwa Tuhan sanggup menyelesaikan segala perkara,
  • Kita nyatakan permohonan kita dengan rasa hormat dan kerendahan hati,
  • Menanti dengan sabar dan setia, bukan memaksa.

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7).Tuhan memberkati. (Tim AdminWeb).

 

 

Pos terkait