Berhati-hati Agar Tidak Jatuh

Bacaan: 2 Samuel 11 : 2-26, Mazmur 17, Wahyu 3: 1 – 6.

Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah- Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. (Wahyu 3:2-3).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Dalam Wahyu 3:2-3. Tuhan memberi pesan yang tegas dan  penuh makna kepada jemaat di Sardis. Tidak hanya relevan di zaman itu; tetapi juga memberi pesan yang begitu bermakna bagi kehidupan di zaman ini.

Ayat ini merupakan panggilan dari keadaan yang lesu. Saat itu kehidupan spiritual jemaat di Sardis sangat memprihatinkan. Mereka terlena dalam zona nyaman, kehidupan sehari-hari dan kehidupan berjemaat rutin dilakukan nampak semua baik-baik saja, tetapi hanya sekedar melakukan aktivitas dan tanpa didasari kasih dan kebenaran.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, keinginan manusia untuk meraih keinginannya sering membenarkan segala cara. Tidak peduli bertentangan dengan kehendak Tuhan atau tidak. Yang penting tujuan tercapai. Itulah kejadian yang sering dilakukan manusia terlebih  di zaman ini.

Pada 2 Samuel 11:2-26 di sana diceritakan bahwa, raja Daud ingin memiliki Betsyeba istri Uria. Raja Daud memerintahkan Yoab supaya Uria ditempatkan di barisan terdepan ketika menghadapi lawan yang berat, dengan tujuan Uria tewas, sehingga Raja Daud bisa memperistri Betsyeba. Inilah contoh keinginan manusia dengan cara yang salah sehingga terjatuh dalam dosa. Padahal di zaman itu Raja Daud adalah raja yang diberkati Tuhan.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, ketika manusia diberkati dengan kemudahan dan kelimpahan, maka hendaknya tetap berhati-hati agar tidak jatuh, karena melakukan perbuatan yang salah,  dan mengakibatkan dosa. Maka kiranya Tuhan memampukan kita agar hidup dalam kebenaran dalam keadaan apapun. Amin.

Doa:

Puji dan syukur kami haturkan kepadaMu ya Tuhan; atas kasih dan berkatMu kepada kami. Mampukan kami untuk tidak lengah dan tetap menjalani hidup dalam kebenaran. Dalam nama Yesus. Amin. (Danu Aris Murtopo – Grogol).

 

 

Pos terkait