Berani Diselidiki, Bersedia Dikoreksi

Bacaan: Mazmur 26:1-8.

Ujilah aku ya Tuhan, dan cobalah aku, selidikilah batinku dan hatiku. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. (Mazmur 26:2-3).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Banyak orang tidak mau diuji dan diselidiki, justru Daud berkata: “Tuhan, uji hatiku, Tuhan selidikilah diriku”. Kenapa Daud berdoa demikian? Karena dia tahu tidak mengenal hatinya sebaik Tuhan mengetahui dirinya. Daud merasa kalau menyelidiki hatinya, banyak ruang dalam hatinya yang tidak ditemukan, namun justru Tuhan yang lebih mengerti.

Kita belajar dari Daud sedemikian terbukanya dirinya dengan Tuhan, dan meminta Tuhan mengambil alih seluruh hidupnya, sehingga Daud siap dikoreksi, dan bersedia menghadapi kenyataan, karena ada beberapa hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Inilah yang menjadi perbedaan antara Daud dan banyak orang. Sementara banyak orang termasuk orang Kristen menutupi dosanya, berusaha menyembunyikan dosanya, Daud justru datang pada Tuhan dengan hati terbuka, memohon Tuhan mengkoreksi hatinya. Kalau ada sesuatu yang salah, maka ia memohon Tuhan menunjukkan pada dirinya. Bukankah hal ini berbeda sekali dengan Adam yang bersembunyi ketika berbuat dosa. lari dari hadirat Tuhan, sampai Tuhan harus mencari, di manakah engkau Adam?

Daud justru membuka hatinya, membuka dirinya. Semakin orang siap dikoreksi, semakin lebih baik dari sebelumnya. Itulah prinsip Daud, tidak hanya mau dikoreksi oleh manusia, bahkan siap dikoreksi oleh Tuhan yang maha tahu, karena dia yakin bahwa Tuhan mengkoreksi, menyelidiki bukan untuk menjatuhkan dan melemahkan.

Jikalau Tuhan menyelidikim mengkoreksi hati, tujuan-Nya adalah untuk yyang kurang dalam hidup kita, apa yang masih salah yang membuat hidup kita tidak berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan menyelidiki untuk hal-hal itu.

Marilah kita belajar seperti Daud. Ketika kita datang ke hadirat Tuhan, ketika Tuhan mau mengkoreksi hatiku, ketika Tuhan menunjukkan kelemahanku dan kesalahanku lewat apapun, aku bersedia menerimanya ya Tuhan. Sebab ketika aku justru tahu kelemahanku, maka dengan kasih karunia Tuhan menjadi diperbaiki. Biarlah hal ini menjadi doa kita semua. (Naryati – Grogol).

 

 

Pos terkait