Bacaan : Yeremia 32 :1-9, Mazmur 143, Matius 22 : 23 – 33.
Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika la bersabda: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? la bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.” ( Matius 22:31-32 ).
Renungan :
Saudara – saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, adalah orang yang dipilih dan dipanggil untuk hidup dengan iman yang benar dan menjadi manusia yang hidup. Dalam kehidupan kita sehari- hari, ada banyak sekali pekerjaan dan perbuatan tangan kita. Sudahkah pekerjaan dan perbuatan tangan kita mencerminkan iman yang benar?
Kita percaya bahwa karena kasih dan kemurahan Tuhan, sehingga Tuhan membuat karya penyelamatan kepada manusia, supaya setiap orang yang percaya dengan kasih dan kuasa Allah akan dibangkitkan dan hidup di sorga bersama Allah. Tetapi kebanyakan manusia di dunia ini tidak percaya. Manusia tidak menyadari bahwa dirinya sangat berharga di hadapan Tuhan. ltu semua karena tidak percaya atas kasih dan kuasa Allah.
Manusia lebih cenderung mengikuti kemauan dunia, manusia lebih menyukai kenikmatan dunia dan manusia tidak malu berbuat jahat. Misalnya : menjadi hamba uang, membunuh, menyakiti, memeras, menipu, dan masih banyak lagi kejahatan yang dilakukan manusia. Kejahatan manusia tentu menimbulkan dosa dan dosa berakibat kematian ( terputus hubungan dengan Tuhan ).
Saudara-saudara yang terkasih, Tuhan menghendaki manusia pulih dan bangkit kemudian menjalani hidup menurut kehendakNya; kembali menjalani hidup seperti rencana awal penciptaan manusia. Sehingga beroleh hidup. Sebab Allah adalah Allah bagi orang hidup dan bukan
orang mati.
Kiranya Tuhan memampukan kita untuk menjadi orang benar dan hidup. Amin
Doa:
Allah Bapa sorgawi, kami bersyukur bahwa Engkau sudah mengasihi kami sehingga kami beriman yang benar, agar beroleh hidup. Mampukan kami untuk hidup menurut kehendakMu. Kami serahkan sepenuhnya hidup kami ke dalam kuasa dan tuntunanMu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin. (Kuswardani Wastuti – Grogol).





