Allah Sumber Terang

Bacaan: Yesaya 9 :1-4, Mazmur 27 : 1, 4-9,1 Korintus 1:10-18, Matius 4 :12-23.

Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang. (Matius 4 : 16).

Bacaan Lainnya

Renungan:

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Seandainya kita berada di jalan yang gelap, atau suatu tempat yang gelap, tanpa lampu penerang ,secara manusiawi kita tidak mampu mengetahui “ada apa di sekitar kita “. Bergerak ke depan, bergerak ke kanan, bergerak ke kiri,
khawatir dan takut, jangan – jangan nanti kesandung batu atau bahkan ada jurang yang dalam di sekitar kita.

Tetapi ketika ada lampu penerang, semuanya menjadi terlihat jelas dan kita dapat bergerak dengan percaya diri, tanpa ada rasa ragu dan takut. Saat ini Tuhan menyapa kita, melalui bacaan Matius 4:16, Tuhan sudah hadir di tengah­ tengah manusia dan menjadi Terang. Kita
bersyukur itu semua karena KasihNya.

Tuhan menjadi Terang bukan hanya untuk bangsa Israel saja, tetapi semua bangsa di seluruh bumi. Tuhan sudah membuka jalan yang terang dan jelas untuk menuju suka cita abadi. Kita bersyukur bahwa sukacita abadi yang tidak bisa diraih oleh manusia, kini sudah disediakan oleh Tuhan.

Saudara-saudara yang terkasih, dalam Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus sudah menjadi Terang bagi kita semua, Tuhan menghendaki agar kita juga menjadi terang bagi kehidupan di sekitar kita. Matius 5 : 16 menegaskan, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”.

Kiranya Tuhan memampukan kita untuk selalu bercahaya, menjadi contoh yang baik dan menghadirkan damai sejahtera di manapun kita berada. Amin.

Doa:

Puji dan syukur kami haturkan kepadaMu ya Allah. Karena kasih dan kemurahanMu, kami boleh hidup dalam terangMu. Mampukan kami untuk hidup menurut kebenaran FirmanMu. Sehingga melalui kehidupan kami, terang dan kasihMu terpancar dan mendatangkan berkat bagi banyak orang. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin. (Kuswardani – Grogol).

 

 

Pos terkait