Bacaan: Galatia 2:1-10.
Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. (Galatia 2:3).
Renungan:
Bacaan kitab Suci pagi ini mencatat perjalanan Paulus ke Yerusalem setelah 14 tahun dari pertobatannya. Perjalanan tersebut untuk menemui para rasul yang sering disebut sokoguru jemaat yaitu Yakobus, Kefas dan Yohanes. Dalam pertemuan ini dipercakapkan bersama dan ditegaskan bahwa keselamatan diperoleh karena iman, bukan karena hukum Taurat.
Mengapa terjadi pertemuan antara Rasul Paulus dan para sokoguru jemaat di Yerusalem? Karena dalam jemaat pada waktu itu terdapat pergunjingan bahwa masalah bersunat atau tidak bersunat dipandang menjadi syarat untuk memperoleh keselamatan. Perkara bersunat atau tidak bersunat dipahami sebagai umat yang menjalankan hukum Taurat dan umat yang hidup tidak di bawah hukum Taurat. Pada akhirnya, perkara ini berimbas pada pemahaman bahwa keselamatan tidak akan diperoleh diluar bangsa Yahudi saja, diluar bangsa itu tidak ada keselamatan.
Paulus berhasil mempertahankan bahwa Titus (seorang Yunani) tidak perlu disunat. Melalui pertemuan tersebut Paulus juga mendapat pengakuan kerasulan atas pelayanannya kepada bangsa non-Yahudi oleh para rasul sokoguru jemaat, dan disepakati untuk tetap membantu orang miskin dan yang tersisihkan.
Saudaraku terkasih, melalui bacaan kita pagi ini kita diingatkan dan diteguhkan bahwa keselamatan kita peroleh karena kita beriman kepada Allah melalui putraNya Yesus Kristus, bukan karena kita disunat atau tidak menurut hukum Taurat. Itulah kabar baik anugerah keselamatan dari Allah. Kebenaran Injil tidak terbelenggu dengan perkara atau persyaratan legal-formalisme. (Tim Adminweb).
