Bacaan:
Kamu adalah garam dunia, jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? (Matius 5:13a). Kamu adalah terang dunia. (Matius 5:14a).
Renungan:
Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, renungan pagi ini kita bagi ke dalam 2 bagian sebagai berikut:
Bagian pertama : GARAM
Garam adalah kata yang tidak asing bagi kita dan selalu berada di lingkungan kita di setiap saat.
Setiap hari apa yang kita konsumsi tentu tidak lepas dengan peran garam di dalamnya. Jika makanan yang kita makan terlalu asin, orang Jawa bilang: “KOK MASAKANE KENGIDULEN TO BU?” Sebaliknya, jika kurang asin dibilang: “MASAKANE KENGALOREN BU?”
Kesimpulannya: peran garan dalam setiap makanan sangat-sangat penting.
Saudaraku yang terkasih, memang tidak mudah menyajikan hidangan yang nikmat rasanya (tidak terlalu asin atau kurang asin) dalam keseharian kita.
Begitu juga perumpamaan yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada kita, bahwa kita diharapkan menjadi garam yang yang dapat dinikmati dan dirasakan oleh semua orang, dan mereka merasakan nikmat, nyaman dan tetap akan membersamai kita. Itu tentu rasa garam yang kita sajikan kepada semua orang dirasakan nikmat. Di sisi lain, kita diharapkan menjadi garam dunia, artinya di manapun kita tinggal dan berada, akan menciptakan suasana nikmat, enak, dan nyaman dalam kehidupannya.
Bagian ke dua : TERANG
Saudaraku yang terkasih, kita tidak bisa melihat hanya pada saat kita memejamkan mata. Artinya terang itu ada di setiap saat dalam kehidupan kita. Terang sebenarnya bisa membuat orang berbuat kebaikan, tetapi dapat juga orang berbuat kejahatan meskipun mudah diketahui orang lain karena terang tersebut.
Tuhan Yesus mengharapkan kepada kira agar menjadi TERANG DUNIA.
Artinya bahwa kita harus menciptakan keadaan yang membuat orang lain menjadi senang , gembira, suka cita, bahagia, nyaman, tentram dan rasa lain yang membuat orang lain terasa bahagia disaat kita berada ditengahnya, bukan sebaliknya saat kita berada ditengah orang banyak, justru orang –orang tidak merasa nyaman dengan kehadiran kita.
Saudaraku yang terkasih, oleh karena itu, mari kita menjadi garam dan terang bagi dunia, di mana dan kapan kita berada, orang-orang di sekitar kita menjadi dan merasa bahagia atas keberadaan kita di tengahnya.
Doa:
Terimakasih Tuhan Yesus atas firmanMu pagi ini. Engkau berkati hidup kami hari ini agar dapat melakukan firmanMu, menjadi garam dan terang dunia. Amiin. (Yosef Sujarwo – Gunungsari).






