Hikmat dari Allah

Bacaan: Yakobus 3:13-18

Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. Yakobus 3:15.  

Bacaan Lainnya

Renungan:

Shalom saudaraku seiman!

Sebagai makluk sosial, kita tentu dipertemukan dan berhubungan dengan orang lain, baik dalam pekerjaan, pergaulan, persekutuan, dalam organisasi maupun dalam keluarga kita bertemu dan berinterakai dengan sesama manusia. Banyak hal yang tanpa disadari muncul dalam angan atau keinginan untuk sesuatu seperti yang sesama miliki atau capai. Keinginan dan amgan-angan itu tentu tidak salah apalagi jika sesuatu itu bersifat baik dan untuk  menyemangati diri menjadi lebih baik.

Namun, ada kalanya jika semuanya tidak terpenuhi/tercapai bisa membuat hati tidak tentram dan bahkan bila sampai muncul dalam tindakan bisa menjadi hal yang menyebabkan percekcokan dan permusuhan. Seperti peristiwa yang lagi viral di media sosial belakangan ini terkait seseorang yang ingin menguasai tas dengan cara menjambret dan dilakukan pengejaran dan berakhir dengan kecelakaan dan meninggal, menjadikan permasalahan yang berbuntut panjang.

Saudara terkasih, bacaan saat ini mengingatkan kita bahwa setiap tindakan yang dilakukan jika tidak didasari dari hikmat yang dari Allah akan menimbulkan kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Bahkan rasa iri hati yang kadang tidak dirasa dan disadari mengawali, memicu tindakan berikutnya juga tidak baik.

Sebagai umat yang sudah diperbaharui, melalui bacaan ini diingatkan untuk kembali mengandalkan hikmat Tuhan dalam menjalani kehidupan bersama ini. Baik dalan keluarga, bergereja, dan di manapun hendaklah menggunakan hikmat dari Tuhan.

Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita mempunyai hikmat dari Tuhan? Dari bacaan sangat jelas, Yakobus 3:17 menyatakan: “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.”

Mari saudaraku, hikmat Tuhan bukan sekedar pengertian namun nyata dalam tindakan. Tunjukkan buah kebenaran dari Hikmat Tuhan, jadilah pendamai wujud nyata dari buah kebenaran yang dikuasai oleh Hikmat Tuhan. Amin.

Doa:

Terimakasih Tuhan atas penyertaanMU, terimakasih Roh Kudus membimbing kami dalan hidup bersama penuh cintakasih. Tuntun dan ajar kami untuk  hidup dalam damai rukun berdasar pada hikmat yang dari Tuhan.  Jauhkan kami dari rasa iri,  mementingkan diri sendiri maupun memegahkan diri. Bawa kami senantiasa membela kebenaran dengan kelemah lembutan oleh karena hikmat yang Tuhan berikan, biarlah keberadaan kami bisa membawa damai dilingkungan kami berada. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa, Amin. (Rusmadi Dwi Antoro – Banguntapan).

 

 

Pos terkait